Truk Tabrak Separator Busway Kembali Terjadi, Lalu Lintas Cawang Macet Parah

JAKARTA – Lalu lintas di Jalan MT Haryono, Jakarta Timur, arah Cawang sempat mengalami kemacetan parah pada Senin (19/10/2026) pagi. Penyebabnya adalah sebuah truk yang menabrak separator jalur bus TransJakarta Koridor 9. Insiden ini bukan yang pertama kali terjadi, melainkan telah berulang kali.

Proses evakuasi truk yang selesai pada pukul 08.45 WIB tersebut sempat membuat lalu lintas di lokasi dan arah Cawang padat. Bagian depan sebelah kiri truk dilaporkan ringsek. TMC Polda Metro Jaya menginformasikan melalui akun X bahwa proses evakuasi telah selesai dan lalu lintas kembali normal.

Seorang pengendara sepeda motor bernama Dwi mengaku terjebak macet selama 15 menit saat hendak melintas di Jalan Mayjen Sutoyo arah Jatinegara sekitar pukul 08.30 WIB. Ia menggambarkan kemacetan semakin parah saat berbelok ke arah Cawang. Kondisi serupa juga terpantau di jalur menuju PGC, dengan antrean kendaraan yang mengular baik ke arah Cawang maupun Jatinegara.

Insiden serupa tercatat pernah terjadi beberapa kali sebelumnya. Pada 9 Oktober, sebuah truk kontainer menabrak separator busway di Jalan S Parman, Jakarta Barat, saat berusaha menghindari sepeda motor. Menurut Kanit Gakkum Satlantas Polres Metro Jakarta Barat AKP Joko, truk tersebut masuk jalur busway untuk menghindar, namun kemudian oleng dan menabrak separator.

Sebelumnya, pada 29 September, sebuah truk sampah menabrak separator busway di dekat Halte Gerbang Pemuda, Jakarta Pusat, yang sempat mengganggu layanan TransJakarta Koridor 9. Kasi Laka Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Kharisma Arbita Bangsa menyatakan petugas segera mengevakuasi truk tersebut.

Pada 22 September, sebuah truk Hino mengalami kecelakaan tunggal dengan menabrak separator busway di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, di depan Halte Denpasar. Kecelakaan ini diduga dipicu oleh ban truk yang pecah saat melaju.

Menanggapi insiden yang terus berulang ini, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta semua pihak untuk taat aturan. Ia menyatakan bahwa pemerintah terus memantau penggunaan kendaraan besar dan truk. Pramono Anung menyoroti bahwa kecelakaan yang melibatkan truk tidak hanya mengganggu kelancaran lalu lintas, tetapi juga dapat merusak infrastruktur seperti JPO akibat kelebihan muatan atau ketinggian.

“Jadi saya minta semua untuk menaati aturan,” tegasnya, menekankan pentingnya kepatuhan untuk mencegah kecelakaan serupa terulang kembali.

Tinggalkan komentar