Gubernur DKI Jakarta menargetkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) di ibu kota dapat ditekan hingga mencapai 3,5%. Target ambisius ini dicanangkan seiring dengan catatan penurunan angka pengangguran di Jakarta yang kini berada di angka 5,79% per Mei 2026.
Pramono Anung, sapaan Gubernur, menyatakan bahwa penurunan angka pengangguran merupakan salah satu prioritas yang terus didorong oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Ia menekankan pentingnya peningkatan upaya penciptaan lapangan kerja untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, meskipun angka pengangguran sudah menunjukkan tren positif.
“Saya sungguh berharap, Pak Kepala Dinas, segera bisa turun di angka 3,5% karena bagaimanapun Jakarta bisa menjadi role model bagi daerah-daerah lain,” ujar Pramono saat membuka Karir Jakarta dan Tenaga Kerja Mandiri (TKM) Expo 2026 di Smesco, Jakarta Selatan, Kamis (22/10/2026).
Dalam acara tersebut, jumlah lamaran yang masuk secara daring tercatat mencapai 28.484 lamaran sejak kegiatan dibuka. Angka ini belum termasuk para pelamar yang hadir langsung ke lokasi bursa kerja.
“Kurang lebih ada seratus perusahaan dan kemudian ada 12.000 lowongan pekerjaan. Dan mudah-mudahan, walaupun tentunya tidak bisa memenuhi semua harapan karena baru dibuka hari ini saja, tadi sudah mendapatkan laporan yang melalui online kurang lebih 28.484 lamaran melalui online,” jelasnya.
Selain menggelar bursa kerja, Pemprov DKI Jakarta juga merancang strategi pengembangan keterampilan tenaga kerja. Hal ini mencakup penyediaan pusat pelatihan kerja serta perluasan kesempatan kerja ke luar negeri bagi warga Jakarta.
Pramono menambahkan bahwa pemerintah daerah akan melanjutkan program pelatihan bahasa bagi para pencari kerja yang memiliki minat untuk bekerja di luar negeri. Ia mengakui bahwa kemampuan berbahasa asing masih menjadi salah satu kendala utama yang dihadapi oleh calon pekerja migran Indonesia.
Berbagai langkah yang telah disiapkan ini diharapkan dapat memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat Jakarta, sekaligus menjadi motor penggerak dalam upaya penurunan angka pengangguran hingga mencapai target yang telah ditetapkan.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi) DKI Jakarta, Syaripudin, melaporkan bahwa TPT Jakarta pada Mei 2026 tercatat sebesar 5,79%, yang setara dengan sekitar 323 ribu orang. Angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan akhir tahun 2024 yang masih berada di angka 6,21% atau sekitar 337 ribu orang.
Terjadi penurunan sebesar 0,42 poin persentase dalam periode tersebut. Pramono mengakui bahwa angka pengangguran di Jakarta masih memerlukan upaya lebih lanjut untuk ditekan. Ia berharap program-program penyediaan lapangan kerja yang digagas dapat memberikan peluang yang lebih luas bagi masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan yang layak.
“Lapangan pekerjaan di Jakarta walaupun sudah mengalami penurunan, dari dulu selalu rata-ratanya enam persen, sekarang 5,79 persen, ada penurunan yang sangat signifikan, tetapi belum memenuhi kebutuhan, keinginan publik,” imbuhnya.