Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yudha, mengumumkan bahwa tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mencapai 64,8%. Angka ini dinilai sebagai modal penting bagi pemerintah untuk meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan.
Survei tersebut dilaksanakan pada periode 30 September hingga 7 Oktober 2026. Responden dalam survei ini adalah warga negara Indonesia yang telah memenuhi syarat usia pilih, yaitu minimal 17 tahun atau sudah menikah. Metode yang digunakan adalah multistage random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 1.220 responden. Survei ini memiliki margin of error +/-2,9% pada tingkat kepercayaan 95%, dengan wawancara yang dilakukan secara tatap muka.
Hanta Yudha menjelaskan bahwa tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah relatif stabil jika dibandingkan dengan hasil survei pada Agustus 2026 yang tercatat sebesar 63,2%. Sementara itu, sebanyak 32,1% responden menyatakan tidak percaya terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.
“Kepercayaan terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran angkanya relatif lebih baik dibandingkan kepuasan, yaitu 64,8%. Angka ini modal penting bagi pemerintahan untuk memperbaiki tingkat kepuasan,” ujar Hanta dalam konferensi pers pada Senin (19/10/2026).
Menurut Hanta, tingkat kepercayaan yang masih berada di atas 50% merupakan capaian positif yang dapat dimanfaatkan pemerintah sebagai modal untuk melakukan perbaikan. Meskipun demikian, pemerintah perlu terus berupaya menjaga sekaligus meningkatkan kepercayaan tersebut.
“Ini jadi modal untuk ditingkatkan, kekuatan atau capaian positif karena tidak drop di angka 50%,” tuturnya.
Ia menambahkan, stabilitas tingkat kepercayaan publik perlu dipertahankan. Di saat yang sama, pemerintah juga harus berupaya meningkatkan kepercayaan masyarakat melalui kebijakan dan kinerja yang dampaknya dapat dirasakan langsung oleh publik.
“Dibanding survei sebelumnya, pada kepercayaan juga relatif stabil di Agustus 2026 63,2%. Kemudian sekarang stabil berada di 64,8%. Artinya stabil tapi harus dipertahankan pemerintah di saat yang sama harus ditingkatkan,” jelasnya.
Dalam survei yang sama, Poltracking juga mengukur pandangan masyarakat terhadap arah kebijakan pemerintah. Hasilnya, sebanyak 61,3% responden menyatakan cukup percaya bahwa kebijakan pemerintah saat ini pada dasarnya ditujukan untuk memperbaiki kehidupan masyarakat. Sementara itu, 33,1% responden menyatakan tidak percaya.
“Apakah kebijakan pemerintah saat ini pada dasarnya ditujukan untuk memperbaiki kehidupan masyarakat, direspons positif, 61,3% mengatakan cukup percaya dengan pertanyaan. 33,1% tidak percaya,” kata Hanta.
Poltracking turut mengukur persepsi publik terhadap keseriusan Prabowo-Gibran dalam menyelesaikan persoalan masyarakat. Sebanyak 62,1% responden menilai keduanya serius bekerja menyelesaikan persoalan masyarakat. Sebaliknya, 33,1% responden menilai Prabowo-Gibran tidak serius.
“Sejauh mana keseriusan Prabowo-Gibran bekerja menyelesaikan persoalan masyarakat. Ini angkanya di 62,1% serius dan 33,1% menyatakan tidak serius,” Hanta menambahkan.
Terkait kepemimpinan Presiden Prabowo dalam memimpin dan mengendalikan jalannya pemerintahan, sebanyak 64,7% responden menilai posisi Prabowo kuat. Di sisi lain, 28,9% responden menilai posisi Prabowo tidak kuat.
“Posisi Prabowo dalam memimpin dan mengendalikan jalannya pemerintahan 64,7% kuat, 28,9% tidak kuat,” pungkas Hanta.