SERANG – Pemerintah Kota Serang memulai uji coba penerapan bus listrik di wilayahnya sebagai langkah awal menuju transportasi publik yang lebih ramah lingkungan. Layanan inovatif ini ditargetkan dapat beroperasi secara penuh pada tahun 2027.
Uji coba bus listrik dilaksanakan selama lima hari, mulai dari tanggal 19 hingga 23 Oktober 2026, setiap hari dari pukul 06.00 WIB hingga 17.00 WIB. Terdapat dua koridor yang menjadi rute percobaan dalam tahap ini.
Koridor I dirancang untuk melayani rute dari Terminal Pakupatan menuju UNSERA menggunakan satu unit bus berkapasitas besar. Sementara itu, Koridor III akan menghubungkan Perumahan Visenda dengan UIN Banten, menggunakan satu unit minibus model Hiace.
Wali Kota Serang, Budi Rustandi, menyatakan optimisme bahwa seluruh koridor transportasi umum berbasis listrik ini dapat mulai beroperasi sesuai target pada tahun 2027. Menjelang target tersebut, Pemkot Serang melalui Dinas Perhubungan akan segera merampungkan rancangan Peraturan Wali Kota (Perwal).
Regulasi ini krusial untuk menetapkan titik naik dan turun penumpang secara tertib, serta mengatur besaran tarif angkutan agar terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Budi Rustandi menegaskan bahwa harga tiket akan diupayakan semurah mungkin untuk meringankan beban masyarakat, terutama para pelajar.
“Nanti kita akan mengatur Perwal-nya, dan harga ongkosnya diusahakan jangan sampai terlalu mahal, khususnya untuk anak-anak sekolah,” tegasnya pada Selasa (20/10/2026). Lebih lanjut, aturan turunan ini juga akan mencakup pengaturan jalur operasional angkutan kota (angkot) dari luar daerah untuk mencegah penumpukan kendaraan di pusat kota.