Siklon tropis Champi, yang tergolong kategori terkuat 5, terdeteksi di Laut Filipina timur, dekat dengan wilayah Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan siklon ini akan berdampak pada perairan Indonesia, terutama terkait ketinggian gelombang laut.
Berdasarkan analisis BMKG pada Rabu (21/10/2026) pukul 07.00 WIB, siklon tropis Champi bergerak ke arah barat barat laut dengan kecepatan 14 knots atau 27 km/jam. Kekuatan angin maksimum siklon ini mencapai 115 knots atau 215 km/jam. BMKG memprediksi intensitas siklon akan menurun menjadi kategori empat dengan kecepatan 105 knots atau 195 km/jam dalam 24 jam ke depan, serta bergerak menjauhi wilayah Indonesia.
Meskipun bergerak menjauh, siklon tropis Champi diprediksi masih akan memengaruhi cuaca dan kondisi gelombang laut di Indonesia. Dampak yang diperkirakan terjadi meliputi:
- Tinggi gelombang signifikan kategori sedang (1,25-2,5 meter) di Perairan Kepulauan Talaud hingga Perairan utara Papua Barat Daya dan Samudra Pasifik utara Papua Barat hingga Papua.
- Tinggi gelombang signifikan kategori tinggi (2,5-4 meter) di Laut Maluku dan Samudra Pasifik utara Maluku hingga Papua Barat Daya.
Sebagai informasi, siklon tropis dikategorikan dari 1 hingga 5, di mana kategori 5 merupakan yang terkuat. Media internasional seperti CNN menyebut topan super Champi sebagai badai terkuat tahun ini.
Sementara itu, NHK melaporkan bahwa topan Champi diperkirakan akan mendekati pulau di barat daya Jepang mulai Jumat hingga Sabtu mendatang. Badan Meteorologi Jepang menyatakan badai besar ini bergerak ke arah barat laut di perairan sebelah timur Filipina sejak Rabu. Champi kembali menguat sejak Selasa malam dengan tekanan udara di pusat badai mencapai 900 hektopaskal.
Badai ini diperkirakan akan menerjang Kepulauan Sakishima di Prefektur Okinawa dengan angin kencang mulai hari Jumat. Perairan di sekitar kepulauan tersebut diprediksi akan menjadi sangat ganas, dengan perkiraan ketinggian gelombang mencapai 11 meter. Wilayah ini juga berpotensi diguyur hujan lebat. Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk melakukan persiapan dini. Badai ini diperkirakan akan mengubah arah ke timur laut, namun lintasan pastinya belum dapat dipastikan, meskipun berpotensi berdampak pada sebagian wilayah Jepang bagian barat.