Kementerian Sosial (Kemensos) mengintegrasikan pendidikan melalui program Sekolah Rakyat dengan pemberdayaan ekonomi keluarga serta perbaikan rumah layak huni. Langkah ini bertujuan untuk memutus rantai kemiskinan di Indonesia. Hingga kini, tercatat lebih dari 44 ribu siswa telah mengikuti pendidikan di 182 titik Sekolah Rakyat yang tersebar di seluruh penjuru negeri.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan program strategis Presiden Prabowo Subianto. Program ini dirancang untuk menjangkau anak-anak dari keluarga prasejahtera yang sebelumnya belum mendapatkan akses pendidikan memadai. Pernyataan ini disampaikan Gus Ipul usai Dialog Siswa Sekolah Rakyat dan Pendamping Keluarga Harapan Bersama Menteri Sosial di Aula Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 4 Kabupaten Bandung pada Selasa (20/10/2026).
“Di Sekolah Rakyat memadukan antara pendekatan edukasi, rehabilitasi, dan pemberdayaan sosial. Ini adalah bagian dari program strategis Bapak Presiden Prabowo yang ingin menjangkau mereka-mereka yang selama ini belum terbawa dalam proses pembangunan,” ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulisnya, Rabu (21/10/2026).
Sekolah Rakyat secara khusus menyasar anak-anak dari keluarga prasejahtera, termasuk mereka yang belum pernah mengenyam pendidikan formal atau putus sekolah. Proses penerimaan siswa tidak melalui tes akademik. Sebagai gantinya, siswa akan mengikuti matrikulasi selama lebih dari tiga bulan untuk menyesuaikan kemampuan belajar mereka. Sebagian siswa juga membutuhkan rehabilitasi sebelum dapat mengikuti pembelajaran secara optimal.
Dari 182 titik penyelenggaraan Sekolah Rakyat, sebanyak 93 titik kini telah menempati gedung permanen yang menyediakan jenjang pendidikan SD, SMP, dan SMA. Fasilitas yang tersedia meliputi laboratorium, perpustakaan, lapangan olahraga, serta pembelajaran berbasis teknologi melalui Learning Management System (LMS).
Pemerintah juga berkomitmen untuk menyediakan papan tulis digital dan laptop guna mendukung pembelajaran digital. Lebih dari 15 ribu laptop telah dibagikan untuk mendukung pembelajaran pada tahun ajaran 2025. Rencana pengadaan sekitar 30 ribu unit tambahan pada 2026 masih dalam proses. Laptop ini dikhususkan untuk kegiatan belajar di dalam kelas.
“Ini untuk menyiapkan anak-anak supaya lebih akrab dengan teknologi karena mereka adalah digital native. Tetapi laptop ini hanya untuk di kelas, tidak boleh dibawa keluar ke asrama atau ke tempat-tempat yang tidak semestinya. Jadi hanya untuk pembelajaran di kelas,” jelas Gus Ipul.
Selain menyediakan pendidikan berkualitas bagi para siswa, Kemensos juga mendorong orang tua mereka untuk mengikuti program pemberdayaan yang disesuaikan dengan hasil asesmen kebutuhan. Program ini mencakup penguatan kapasitas, bantuan modal usaha, dan penguatan aset untuk meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga.
Gus Ipul menyebutkan bahwa sekitar 7.000 keluarga telah menerima bantuan perbaikan rumah untuk mendapatkan hunian yang lebih layak. Sementara itu, lebih dari 160 ribu keluarga telah diberdayakan melalui berbagai program Kemensos, sebagian di antaranya adalah orang tua siswa Sekolah Rakyat.
“Seluruh orang tua siswa Sekolah Rakyat kita masukkan juga dalam program pemberdayaan pemerintah, tidak hanya di Kemensos. Jadi yang di Kemensos memberikan dukungan rintisan. Sementara nanti akan diteruskan oleh kementerian lain. Nanti siswanya lulus, orang tuanya diharapkan menjadi keluarga yang lebih mandiri,” tutur Gus Ipul.
Program pemberdayaan ini akan diperkuat melalui kolaborasi dengan kementerian lain, termasuk yang membidangi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), ekonomi kreatif, dan perindustrian. Tujuannya adalah agar dukungan bagi keluarga dapat terus berlanjut sesuai dengan kebutuhan dan potensi usaha masing-masing.
Pemerintah menargetkan pembangunan 500 gedung permanen Sekolah Rakyat dalam kurun waktu tiga hingga empat tahun ke depan. Setiap gedung direncanakan berdiri di atas lahan seluas 7 hingga 8 hektare, dengan proyeksi kapasitas total yang mampu menampung lebih dari satu juta siswa.
“Kalau mengasumsikan satu gedung permanen kapasitasnya lebih dari 2 ribu siswa tingkat SD, SMP, dan SMA,” ujar Gus Ipul.
Menurut Gus Ipul, lulusan Sekolah Rakyat memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, bahkan ke Sekolah Garuda. Siswa juga didukung untuk melanjutkan ke perguruan tinggi atau menjadi pekerja terampil.
SRT 4 Kabupaten Bandung sendiri berdiri di atas lahan milik Kemensos. Ke depannya, gedung permanen juga akan didirikan di lahan milik pemerintah kota dan pemerintah kabupaten Bandung.
“Kalau tanahnya dari Kabupaten Bandung, seluruh warga Kabupaten Bandung saja yang boleh sekolah di situ. Kalau untuk miliknya Kemensos ini seluruh Indonesia boleh di sini. (Apabila) punya gubernur (provinsi) hanya dari kabupaten kota di provinsi tersebut,” jelasnya.
Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb menyatakan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Bandung terhadap pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN), termasuk program Sekolah Rakyat. Ia juga menyebutkan dukungan untuk program KDMP dan MBG.
“Bapak Bupati sangat support PSN, salah satunya Sekolah Rakyat. Bukan hanya Sekolah Rakyat, tetapi juga KDMP dan MBG. Ke depannya, apa pun yang dibutuhkan dari PSN ini, saya yakin Pak Bupati akan selalu mendukung,” kata Ali.
Menurutnya, Sekolah Rakyat merupakan program strategis yang menjadi bagian dari upaya mempersiapkan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. Kesiapan Indonesia tidak hanya diukur dari infrastruktur fisik, tetapi juga dari sumber daya manusia.
“Kalau kita berbicara tentang Indonesia Emas 2045, dan kita ingin disebut siap. (Kesiapan) kita bukan sekadar dilihat dari gedung-gedung pencakar langitnya. Tapi satu hal yang harus kita persiapkan adalah sumber daya manusianya,” kata Ali.
Ia menilai Sekolah Rakyat sebagai salah satu ikhtiar penting untuk mewujudkan cita-cita tersebut. Program Presiden ini diharapkan dapat mempersiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
“Kita semua tidak tahu. Mungkin adik-adik yang sekarang di Sekolah Rakyat ini, ke depannya mereka akan menjadi generasi emas yang sangat luar biasa untuk mengharumkan nama baik Indonesia di masa mendatang,” pungkas Ali.
Sebelumnya, Gus Ipul didampingi Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb tiba sekitar pukul 13.29 WIB dan disambut meriah oleh siswa Sekolah Rakyat yang mengenakan pakaian dinas lapangan lengkap. Suasana semakin semarak ketika seluruh hadirin menyanyikan lagu Maju Tak Gentar sebelum Mensos menuju tempat yang telah disediakan.
Acara yang dipandu oleh siswa Sekolah Rakyat, Ghazy Ghalibie, menampilkan berbagai atraksi. Rangkaian penampilan dibuka dengan atraksi baris-berbaris variasi yang dipimpin oleh Danton Satria Wijaya, menampilkan gerakan kompak dan kreatif. Tiga siswi kemudian menampilkan tari tradisional Jaipong dengan gerakan gemulai, dilanjutkan dengan pertunjukan pencak silat yang memperlihatkan kelincahan dan kekompakan.
Penampilan yang tak kalah memukau datang dari pidato dalam tiga bahasa asing. Dzaky Pratama berpidato dalam bahasa Inggris, Voni Rahmaini dalam bahasa Arab, dan Siti Nuraisyah dalam bahasa Mandarin, menyampaikan pesan tentang semangat meraih cita-cita melalui pendidikan di Sekolah Rakyat. Paduan suara membawakan lagu tradisional Sunda berjudul Jang, yang dirangkai dalam medley dengan lagu Ibu dan Ayah, diiringi pembacaan puisi oleh Vania yang menyentuh hati hadirin.
Rangkaian penampilan tersebut menjadi bukti potensi, bakat, dan kepercayaan diri siswa Sekolah Rakyat sebagai hasil dari pembelajaran yang mereka jalani.
Acara turut dihadiri oleh Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Bandung M. Akhiri Hailuki, perwakilan Kapolres Bandung Kompol Bony Yuniar, Dandim Bandung Letkol Kav. Samto Betah, Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Cakra Amiyana, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bandung Ningning Hendasah, Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Mira Riyati Kurniasih, Staf Khusus Menteri Ishaq Zubaedi Raqib, Tenaga Ahli Menteri Agustinus Budi Prasetyohadi dan Andy Kurniawan, Sekretaris Ditjen Linjamsos Beni Sujanto, Direktur PSNK Faisal, Kepala Biro Humas Devi Deliani, serta kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan SRT 4 Kabupaten Bandung, dan pendamping PKH se-Kabupaten Bandung.