JAKARTA – Polda Metro Jaya telah menyiapkan sebanyak 9.505 personel gabungan untuk mengawal dan mengamankan aksi massa yang berlangsung di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Langkah ini diambil untuk memastikan aksi berjalan dengan aman dan tertib.
Jumlah personel tersebut merupakan gabungan dari 7.660 personel Polri, 1.540 personel TNI, 135 personel Pemerintah Daerah (Pemda) DKI Jakarta, dan 170 personel Pengamanan Dalam (Pamdal). Kesiapan ini diungkapkan oleh Kapolda Metro Jaya Komjen Dadang Hartanto saat memimpin apel bersama Pangdam Jaya Letjen TNI Deddy Suryadi di lapangan Monas pada pagi hari.
Kapolda Metro Jaya Komjen Dadang Hartanto menyatakan bahwa penyampaian pendapat di muka umum adalah hak konstitusional setiap warga negara yang harus dihormati dan difasilitasi. Kehadiran aparat TNI dan Polri di tengah masyarakat merupakan wujud pelayanan negara untuk menjamin setiap warga dapat menjalankan hak dan aktivitasnya dengan aman. “Konsep pengamanan kita hari ini, TNI dan Polri, adalah memberikan pelayanan kepada warga negara sebagai wujud bahwa negara kita adalah negara demokrasi,” ujar Dadang.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga profesionalisme serta mengedepankan komunikasi dan pendekatan humanis dalam menghadapi segala dinamika di lapangan. Seluruh tindakan personel harus dilakukan secara terukur, proporsional, dan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Senada dengan Kapolda, Pangdam Jaya Letjen TNI Deddy Suryadi menegaskan bahwa kehadiran TNI-Polri di lapangan bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Ia meminta seluruh personel untuk memberikan ruang bagi masyarakat yang menyampaikan aspirasi secara tertib dan menjalankan tugas sesuai prosedur yang berlaku. “Keberadaan aparat TNI-Polri yang ada di lapangan ini memberikan keamanan, kenyamanan, dan kesejukan untuk warga Jakarta,” ungkapnya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menambahkan bahwa personel akan ditempatkan di sejumlah titik strategis dengan mengedepankan prinsip pelayanan, komunikasi, dialog, serta pendekatan persuasif dan humanis. Selain pengamanan kegiatan aksi massa, Polda Metro Jaya juga telah menyiapkan pengaturan lalu lintas untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat, dengan penyesuaian arus secara situasional.
“Melalui semangat ‘Polisi Bersama Masyarakat’, saling menjaga ruang publik sebagai sarana penyampaian pendapat, kami mengedepankan pelayanan agar aspirasi dapat disampaikan secara aman, tertib dan damai, sekaligus menjaga aktivitas masyarakat lainnya sebagai bagian dari kerja melayani Jakarta,” jelas Budi Hermanto.
Budi Hermanto juga mengimbau masyarakat untuk memantau informasi terkini melalui akun resmi Polda Metro Jaya di @poldametrojaya dan @tmcpoldametro. Apabila membutuhkan bantuan, masyarakat dapat menghubungi layanan darurat Polisi di nomor 110.