Revitalisasi Teluk Mendale Aceh Tengah Capai 75%, Target Rampung November

JAKARTA – Revitalisasi kawasan wisata Teluk Mendale di Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, telah mencapai 75 persen. Percepatan pekerjaan dilakukan agar destinasi tersebut dapat kembali menarik wisatawan sekaligus menggerakkan usaha masyarakat menjelang libur akhir tahun.

Pekerjaan meliputi perbaikan jalan dan kawasan secara permanen, penataan ruang wisata, penambahan wahana, serta pembangunan sentra usaha mikro, kecil, dan menengah. Target penyelesaian ditetapkan pada Desember 2026, namun pemerintah daerah bersama pelaksana berupaya menuntaskan pekerjaan lebih cepat pada November.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Aceh Tengah, Erwin Pratama, menjelaskan bahwa pekerjaan yang tersisa antara lain pemasangan paving block atau pengaspalan serta penyelesaian bangunan sentra UMKM. Kehadiran ruang usaha tersebut diharapkan memungkinkan pedagang dan pelaku ekonomi kreatif kembali memperoleh penghasilan dari aktivitas pariwisata.

“Untuk lokasi UMKM ini tinggal plesteran dan atap,” kata Erwin dalam keterangannya, Senin (19/10/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan saat ia meninjau progres revitalisasi Teluk Mendale bersama Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera. Pemulihan kawasan ini dilaksanakan melalui kolaborasi pemerintah pusat dan daerah.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menangani pembangunan infrastruktur fisik, sementara Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah menyiapkan pendampingan bagi pelaku UMKM agar dapat kembali menjalankan usaha setelah kawasan dibuka secara penuh. “Kami berharap dengan adanya pembangunan seperti ini, pemulihan wisata Kabupaten Aceh Tengah dapat bangkit kembali,” ujar Erwin.

Selain menuntaskan destinasi, perbaikan akses menuju Aceh Tengah menjadi bagian penting dalam memulihkan arus wisatawan. Sejumlah jalur dari arah Bireuen, Nagan Raya, dan Aceh Tenggara belum sepenuhnya pulih, sehingga masih memengaruhi kenyamanan dan keyakinan masyarakat untuk berkunjung ke Takengon.

“Keinginan masyarakat untuk berkunjung ke Kabupaten Aceh Tengah sebenarnya besar. Namun, mereka masih sangat waswas terhadap kondisi jalan menuju Aceh Tengah,” kata Erwin.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Aceh Tengah, Jumadil Enka, mengemukakan kebangkitan pariwisata mulai terlihat dari meningkatnya okupansi hotel dan aktivitas restoran. Untuk memperkuat tren tersebut, pemerintah daerah menargetkan rata-rata masa tinggal wisatawan meningkat dari dua hari menjadi sedikitnya empat hari.

Perpanjangan masa tinggal diharapkan memperluas belanja wisatawan pada penginapan, kuliner, rekreasi, transportasi, dan produk UMKM. Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah juga menargetkan penerimaan daerah dari sektor pariwisata meningkat dari sekitar Rp3-4 miliar pada 2025 menjadi Rp15-20 miliar.

“Kalau kita bicara target PAD, hari ini kami akan meningkatkan pajak hotel, restoran, dan rekreasi. Saat ini mungkin baru Rp3-4 miliar. Ke depan kami berharap menjadi Rp15-20 miliar dari sektor hotel, restoran, dan hiburan,” kata Jumadil.

Tinggalkan komentar