Dua Tahun Prabowo-Gibran: Gerindra Nilai Ekonomi Stabil, Pangan Menguat

Partai Gerindra menilai dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah menunjukkan kemajuan signifikan. Capaian ini terlihat dalam menjaga stabilitas ekonomi, memperkuat ketahanan pangan, serta memperluas akses pendidikan dan kesehatan.

Juru bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso, menyatakan bahwa pemerintahan Prabowo-Gibran telah berhasil memperkuat kemandirian nasional dan kesejahteraan rakyat. Fundamental ekonomi tetap stabil di tengah gejolak global, produksi pangan menguat, akses pendidikan dan kesehatan meluas, serta hilirisasi dipercepat.

Sugiat menekankan pentingnya mengapresiasi capaian yang ada sambil mengakui tantangan yang masih perlu diselesaikan. Evaluasi dan perbaikan ke depan harus berfokus pada pemerataan manfaat, ketepatan sasaran, kualitas implementasi, dan efektivitas belanja negara. Keberlanjutan program prioritas Presiden Prabowo akan diukur dari dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat.

Stabilitas ekonomi nasional menjadi modal penting dalam menghadapi ketidakpastian global. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat mencapai 5,29 persen secara tahunan pada triwulan II-2026. Tingkat kemiskinan nasional turun dari 8,25 persen pada September 2025 menjadi 8,07 persen pada Maret 2026, dengan berkurangnya sekitar 430 ribu penduduk miskin.

Penguatan sektor pangan juga menjadi agenda penting kemandirian nasional. Pemerintah melaporkan swasembada delapan komoditas pangan strategis, yaitu beras, jagung, cabai besar, cabai rawit, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah. Aturan penyaluran pupuk disederhanakan, dan harga eceran tertinggi pupuk bersubsidi turun 20 persen sejak Oktober 2025. Nilai tukar petani pada September 2026 mencapai 131,11, meningkat 1,49 persen dari bulan sebelumnya.

Sugiat menambahkan, kemandirian pangan harus dibarengi stabilitas harga yang dirasakan masyarakat. Distribusi pangan, ketersediaan pupuk, dan antisipasi gangguan pasokan perlu terus diperkuat.

Di bidang pendidikan dan kesehatan, program Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah menjangkau 99,1 juta orang, sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencakup sekitar 57 juta penerima manfaat per Agustus 2026. Program Sekolah Rakyat telah beroperasi di 182 lokasi dengan 44 ribu siswa.

Perluasan program sosial harus disertai pengawasan dan peningkatan kualitas layanan. Bantuan harus diterima masyarakat yang membutuhkan, serta keamanan pangan dan kualitas pelaksanaan program harus terjamin. Keberhasilan program prioritas tidak hanya diukur dari banyaknya penerima manfaat, tetapi juga kualitas layanan, ketepatan sasaran, dan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.

Sektor hilirisasi mencatat 26 proyek strategis senilai Rp225 triliun melalui Danantara, dengan proyeksi penyerapan 37.833 tenaga kerja. Pemerintah juga melaporkan penguasaan kembali 6,22 juta hektare kawasan hutan hingga 6 Oktober 2026 melalui Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan.

Penguatan industri nasional dan penataan aset negara harus menghasilkan manfaat ekonomi yang terukur. Keberhasilan kebijakan dilihat dari realisasi investasi, penyerapan tenaga kerja, peningkatan penerimaan negara, dan manfaat bagi daerah penghasil. Pengelolaan sumber daya alam dan aset negara harus transparan dan akuntabel, sementara hilirisasi harus memberikan nilai tambah di dalam negeri, membuka lapangan kerja, serta memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

Gerindra mengapresiasi capaian pemerintahan Prabowo-Gibran serta mendorong perbaikan berkelanjutan terhadap program yang belum optimal. Pemerataan kesejahteraan, efektivitas anggaran, dan dampak kebijakan terhadap kehidupan masyarakat menjadi tolok ukur utama keberhasilan pemerintahan. Keberhasilan pembangunan pada akhirnya diukur dari sejauh mana masyarakat merasakan manfaatnya, sehingga pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan rakyat harus terus menjadi prioritas.

Tinggalkan komentar