Jakarta – Menteri Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir, menyampaikan tiga pesan penting kepada Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres dalam kunjungannya ke Kementerian Luar Negeri RI. Pertemuan ini membahas isu-isu krusial terkait peran PBB di kancah global.
Pesan pertama yang disampaikan adalah mengenai mutlaknya multilateralisme. Arrmanatha menekankan bahwa tidak ada satu negara pun yang mampu menghadapi tantangan global saat ini sendirian. “Bagi Indonesia dan kawasan Global South, multilateralisme bukanlah sebuah pilihan, melainkan sebuah keharusan. Tidak ada satu negara pun, betapapun kuatnya, yang dapat menghadapi tantangan saat ini sendirian,” ujarnya.
Selanjutnya, Arrmanatha mendorong reformasi PBB agar relevan dengan kondisi dunia saat ini dan masa depan. Menurutnya, reformasi PBB bukan bertujuan untuk melemahkan organisasi tersebut, melainkan untuk menjadikannya lebih efektif. Ia menambahkan bahwa Dewan Keamanan PBB harus menjadi ruang solusi, bukan tempat untuk veto. “Reformasi bukanlah tentang melemahkan PBB, melainkan menjadikannya tepat guna bagi dunia tempat kita hidup saat ini dan di masa depan,” tuturnya.
Terakhir, Menlu RI menegaskan komitmen kuat Indonesia terhadap PBB. Indonesia akan terus berkontribusi dalam berbagai kegiatan, termasuk pengiriman pasukan penjaga perdamaian, serta berperan dalam membentuk agenda PBB di bidang keamanan, kemanusiaan, dan pembangunan. “Saya juga menegaskan kembali dukungan tanpa henti Indonesia untuk Palestina, menuju perdamaian yang adil dan abadi berdasarkan solusi dua negara,” tutup Arrmanatha.