Polri Gagalkan Penyelundupan 1 Ton Lebih Ketamin, DPR Apresiasi Kapolri

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Dede Indra Permana Soediro, memberikan apresiasi kepada Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto beserta tim gabungan atas keberhasilan menggagalkan penyelundupan narkotika jenis ketamin seberat 1,16 ton di perairan Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara. Dede menilai aksi ini menunjukkan keseriusan Polri dalam memberantas peredaran narkotika.

“Tentu kami di Komisi III DPR RI melihat pengungkapan narkotika dalam jumlah besar itu sebagai bukti bahwa Kapolri benar-benar serius memerangi narkoba seperti yang dipaparkannya dalam uji kelayakan bersama kami,” kata Dede dalam keterangannya, Sabtu (24/10/2026).

Keberhasilan operasi gabungan ini, menurut Dede, juga menggarisbawahi pentingnya kerja sama antarlembaga penegak hukum. Operasi tersebut melibatkan Bareskrim Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Ditpolair Baharkam Polri, serta Polda Sumatera Utara.

“Penindakan terhadap narkoba dengan jumlah besar tidak bisa dilakukan oleh satu institusi saja, perlu kerja sama, koordinasi, dan sinergi lintas instansi. Kapolri Suyudi menunjukkan bahwa dengan kerja sama yang baik antara penegak hukum maka peredaran narkoba dalam jumlah kecil hingga gembong internasional bisa digagalkan,” ungkapnya.

Politikus PDI Perjuangan ini menekankan bahwa kehadiran aparat kepolisian harus diwujudkan melalui upaya nyata dalam mencegah peredaran zat berbahaya demi melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkoba.

“Pemberantasan narkoba juga disebut berhasil jika mampu melumpuhkan pembiayaan, memutus jalur distribusi, dan mencegah jaringan kembali beroperasi,” tambah Dede.

Lebih lanjut, Dede mendorong Polri untuk mengusut tuntas kasus penyelundupan ini. Ia menegaskan bahwa proses hukum harus menjangkau seluruh pihak yang terlibat, termasuk para pengendali sindikat di balik peredaran narkotika tersebut.

“Kami di Komisi III DPR mendukung Kapolri untuk terus membongkar peredaran narkoba di Tanah Air. Aparat harus mampu mengikuti perubahan modus sindikat dan menangkap pengendali peredaran narkotika,” tegasnya.

Sebelumnya, operasi gabungan tersebut berhasil menggagalkan penyelundupan 1,16 ton ketamin HCL yang diangkut menggunakan kapal MT Global 168 di perairan Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara. Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menyampaikan bahwa petugas mengamankan delapan awak kapal, terdiri dari tujuh warga negara Indonesia (WNI) dan satu warga negara Taiwan.

“Hasil penggeledahan, petugas mengamankan 58 karung dengan total berat bruto 1,16 ton ketamin, alat komunikasi, dan kapal MT Global 168,” ujar Jenderal Suyudi. Pengungkapan kasus ini diperkirakan telah menyelamatkan sekitar 5,8 juta jiwa dari ancaman penyalahgunaan ketamin.

Tinggalkan komentar