Badai Besar Inggris 1703: Bencana Alam yang Merenggut Ribuan Nyawa

Badai mematikan tercatat dalam sejarah Inggris, menerjang pesisir pantai The Downs pada 24 November 1703 hingga 2 Desember 1703. Peristiwa alam ini diperkirakan merenggut 8.000 nyawa dan melumpuhkan Angkatan Laut Kerajaan (Royal Navy) yang kehilangan 13 kapal serta lebih dari 1.500 pelautnya.

Pada puncak badai, kecepatan angin dilaporkan mencapai 120 mph. Bencana ini memicu fenomena angin ekstrem berkecepatan tinggi. Di masa itu, peristiwa ini dipandang sebagai “Act of God” atau hukuman ilahi, sehingga pemerintah menetapkan 19 Januari 1704 sebagai hari berpuasa nasional.

Dampak kerusakan yang ditimbulkan badai sangat luas. Seluruh 120 menara gereja di London hancur, atap timah Westminster Abbey beterbangan, dan 4.000 pohon tumbang di New Forest.

Catatan Saksi Sejarah

Seorang pelaut bernama Thomas Atkins, yang saat itu berusia 15 tahun dan bertugas di kapal perang HMS Mary, menyaksikan langsung kekuatan dahsyat badai tersebut. Ia melihat kapal-kapal perang Inggris di perairan The Downs hancur lebur.

Thomas Atkins menjadi satu-satunya yang selamat dari kapal HMS Mary setelah berjuang melewati dua kali kapal karam dalam satu malam. Ia berhasil berenang ke kapal HMS Stirling Castle yang terdorong ke gundukan pasir namun belum sepenuhnya tenggelam.

Banyaknya korban tewas terjadi karena sebagian besar pelaut pada masa itu tidak bisa berenang. Ketika kapal hancur, para kru langsung tenggelam. Badai laut melumpuhkan kendali kapal, merusak tiang, menyeret jangkar, dan menghantam kapal-kapal perang ke kawasan pasir dangkal yang berbahaya.

Kondisi kekurangan makanan layak sebelum badai melanda membuat banyak pelaut sakit dan kelelahan, sehingga mereka kekurangan tenaga untuk mengendalikan kapal saat badai menerjang.

Tinggalkan komentar