Petani Oransbari Didampingi ITS Kembangkan Beras Premium untuk Tingkatkan Kesejahteraan

Jakarta – Beras dari Distrik Oransbari, Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat, kini didorong untuk menjadi produk premium melalui standardisasi mutu. Upaya ini mencakup perbaikan proses pengeringan gabah, penyortiran beras, hingga pengemasan guna menghasilkan produk dengan kualitas yang lebih konsisten dan nilai jual yang lebih tinggi.

Pendampingan ini merupakan inisiatif Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 20 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya yang bekerja sama dengan para petani dan pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Program ini diharapkan tidak hanya memperluas pemasaran beras Oransbari, tetapi juga membangun identitas produk unggulan daerah.

Direktur BUMDes Margomulyo, Ilham, menyampaikan keinginannya untuk mengembangkan beras dengan identitas khas Oransbari. Ia berharap produk tersebut dapat menjadi komoditas unggulan yang mampu bersaing di pasar. “Saya sebagai anak muda ingin Oransbari ke depan punya produk beras sendiri, Beras Premium Oransbari,” kata Ilham.

Dalam kegiatan pendampingan tersebut, para petani dan pengelola BUMDes mendapatkan pelatihan mengenai tahapan pengolahan gabah menjadi beras siap jual. Pelatihan ini juga mencakup pengoperasian mesin penggilingan dan teknik penyortiran butiran beras utuh sebelum dikemas.

Muhamad Iqbal Sidiq, anggota Tim 20 TEP ITS, menekankan pentingnya pendampingan masyarakat secara langsung. Menurutnya, pendekatan ini memastikan solusi yang diberikan benar-benar sesuai dengan persoalan dan kebutuhan di lapangan. “Terkadang kita luput dalam melakukan pendampingan masyarakat secara langsung dan hanya fokus pada bantuan alat saja. Tim 20 TEP ITS berupaya mengisi kesenjangan tersebut dengan melakukan pendekatan nyata terhadap setiap masalah dan kebutuhan riil masyarakat,” ujar Iqbal.

Melalui pendampingan ini, para petani diharapkan mampu menerapkan proses pengolahan yang lebih konsisten untuk menghasilkan beras dengan mutu yang lebih baik. Perbaikan kualitas, mulai dari pengeringan hingga penyortiran, dinilai sebagai langkah krusial untuk menyiapkan beras Oransbari sebagai produk premium yang memiliki daya saing di pasar.

Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua Barat, Syukur Syarif, menyoroti pentingnya peningkatan kualitas yang berjalan seiring dengan produktivitas pertanian. “Yang pertama adalah produktivitas, kemudian yang berikutnya adalah kualitas,” kata Syukur.

Syukur menjelaskan bahwa peningkatan produktivitas perlu diikuti dengan perbaikan mutu agar hasil pertanian memiliki nilai tambah dan mampu bersaing. Keterlibatan kelompok tani, pengelola BUMDes, dan pelaku usaha beras juga diharapkan dapat membantu penerapan pengetahuan serta teknologi pengolahan dalam kegiatan usaha sehari-hari.

Upaya peningkatan mutu beras Oransbari ini sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kemandirian pangan nasional. Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Jakarta, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya swasembada pangan di tengah ketidakpastian global. “Pangan itu menentukan. Karena sekarang pangan bisa menjadi senjata. Dalam keadaan krisis kita punya uang pun mungkin kita tidak bisa beli beras dari negara lain,” ujar Prabowo.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), turut menekankan bahwa pembangunan infrastruktur harus memberikan dampak nyata terhadap produktivitas dan kesejahteraan masyarakat. “Jangan membangun infrastruktur hanya untuk membangun infrastruktur, tapi bangunlah infrastruktur yang berdampak langsung pada produktivitas dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tegas AHY.

Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, menambahkan pentingnya pengembangan produk unggulan yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat di kawasan transmigrasi. “Temukan produk unggulan yang benar-benar dapat dikembangkan. Jangan hanya melihat apa yang bisa dibuat, tetapi juga siapa yang akan membeli dan bagaimana produk tersebut dapat meningkatkan pendapatan masyarakat,” jelas Iftitah.

Melalui program Ekspedisi Patriot 2026, Kementerian Transmigrasi bersama perguruan tinggi mendorong masyarakat di kawasan transmigrasi untuk mengembangkan potensi ekonomi daerah. Di Oransbari, pendampingan standardisasi mutu menjadi langkah awal untuk membangun identitas Beras Premium Oransbari, meningkatkan nilai tambah hasil panen, dan membuka peluang pasar yang lebih luas bagi para petani.

Tinggalkan komentar