Depok – Jalan Cinere Raya di Depok mengalami kemacetan panjang pada Rabu malam. Pihak kepolisian menjelaskan bahwa penyebab utama kemacetan tersebut adalah adanya pekerjaan perbaikan saluran air dan pelebaran gorong-gorong yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Menurut Kanit Lantas Polsek Cinere, Iptu Suharyoko, proyek pelebaran gorong-gorong tersebut membuat sebagian badan jalan menyempit. Kondisi ini diperparah oleh banyaknya pengendara yang mencoba mencari jalur alternatif untuk menghindari kemacetan di kawasan Parung Bingung.
“Itu kan lagi ada perbaikan saluran air. Pas Jalan Raya Cinere itu arah prihatin kalau hujan nggak hujan, ngenang terus. Air got itu tumpah ke situ karena ketutup salurannya. Jadi, ada perbaikan gorong-gorong PUPR,” ujar Suharyoko saat dihubungi, Kamis (22/10/2026).
Ia menambahkan bahwa proyek pelebaran gorong-gorong yang membuang air langsung ke sungai itu membelah jalan, sehingga menimbulkan penyempitan. Lonjakan kendaraan yang tidak biasa pada malam itu, ditambah dengan banyaknya pengendara yang menghindari area Parung Bingung yang juga sedang ada perbaikan jalan, menjadi faktor signifikan terjadinya kemacetan.
“Jadi, gorong-gorongnya diperlebar, dibuangnya langsung ke sungai. Jadi, ngebelah jalan. Kemarin itu kebetulan pas memang lonjakan kendaraan itu kok tumben banyak sekali. Kebanyakan menghindar dari yang pas Parung Bingung. Tadinya kan nggak tuh, nggak pernah (macet),” jelasnya.
Pengendara yang biasanya melalui jalur alternatif seperti Bojongsari, Pondok Cabe, hingga South City, kini dialihkan ke Jalan Cinere Raya karena perbaikan di Parung Bingung. Hal ini menyebabkan kepadatan lalu lintas yang tidak biasa di Cinere.
Untuk mengurai kepadatan, polisi mengimbau pengendara untuk menggunakan jalur alternatif melalui Jalan Bandung. Jalur ini dinilai lebih terkendali karena tidak bersilangan dengan arus lalu lintas utama dari arah sebaliknya.
“Nah, kemarin Parung Bingung kan ada perbaikan juga pelebaran jalan itu. Jadi menghindari menghindari Parung Bingung itu yang biasanya lewat Bojongsari, tembusnya Pondok Cabe, South City itu. Dilonjakannya di situ,” tambahnya.
Polisi menyarankan agar pengendara sebisa mungkin menghindari Jalan Cinere Raya, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari, khususnya di area South City. Diperkirakan lonjakan kendaraan terjadi antara pukul 06.00 hingga 08.00 WIB.
“Ya, untuk imbauannya, pengendara itu sebisa mungkin hindari jalan Cinere, terutama pada saat pagi atau sore hari untuk lewat Sout City. Nanti pokoknya dari jam 6 sampai jam 8 pasti akan terjadi lonjakan. Sebisa mungkin hindari dan memasang, mau masuk ke Cinerenya lebih baik lewat Jalan Bandung. Lewat Jalan Bandung insyaallah bisa terkendali karena tidak silang,” tutupnya.
Sebelumnya, kemacetan di Jalan Cinere Raya terpantau mulai terjadi pada Rabu (21/10) sekitar pukul 20.00 WIB. Antrean kendaraan terlihat mengular dari persimpangan Bukit Cinere hingga perbatasan Tangerang Selatan (Tangsel) di area South City. Kendaraan hanya dapat bergerak sangat lambat.
Bahkan, pengendara sepeda motor membutuhkan waktu sekitar 10 menit hanya untuk melintasi jarak dari Bukit Cinere menuju persimpangan Jalan Anggrek, dengan banyak pengendara membunyikan klakson akibat kondisi lalu lintas yang terhenti.