GORONTALO – Peristiwa kekerasan terjadi di lingkungan SMA Negeri 1 Gorontalo, menimpa seorang siswa kelas 10 bernama Nurdin Dali. Ia menjadi korban pengeroyokan oleh 21 orang teman dan seniornya di aula sekolah pada Senin (19/10) lalu, sekitar pukul 12.15 Wita. Insiden ini dipicu oleh perselisihan adu mulut.
Menurut keterangan Pembina OSIS SMA Negeri 1 Gorontalo, Suryono J. Paris, korban saat itu sedang menjalankan tugas mengumpulkan sumbangan untuk tim voli sekolah. Ia berkeliling dari kelas ke kelas untuk meminta donasi melalui QRIS dengan nominal satu rupiah.
Situasi memanas ketika korban dimintai sumbangan oleh seorang kakak kelas dari angkatan 12. Diduga terjadi kesalahpahaman tatap mata yang menimbulkan ketersinggungan pada kakak kelas tersebut. “Ada kakak kelas 12 terduga pelaku sempat bicara sama dia, melihat ditatap dan tersinggung dengan korban,” ujar Suryono.
Perselisihan kemudian berlanjut menjadi adu mulut ketika korban keluar kelas. Sejumlah siswa yang merupakan teman dari terduga pelaku juga ikut menyusul. “Setelah itu korban keluar kelas disusullah oleh teman-teman dari si terduga pelaku yang merasa tersinggung ini dan cekcok adu mulut dan korban dipukul,” tambah Suryono.
Aksi pengeroyokan tersebut melibatkan total 21 pelaku. Rinciannya, sembilan siswa berasal dari kelas 12, tujuh siswa dari kelas 11, dan lima siswa dari kelas 10. Seluruh terduga pelaku merupakan siswa di sekolah yang sama.
Mengetahui putranya menjadi korban kekerasan, ibu korban segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kota Timur. Pihak kepolisian kini tengah menangani kasus ini untuk proses lebih lanjut.