TAPANULI TENGAH – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Sibolga bekerja sama dengan Paguyuban Ibu-Ibu Pemasyarakatan (PIPAS) Cabang Lapas Sibolga menggelar kegiatan bakti sosial yang melibatkan sejumlah narapidana. Aksi kemanusiaan ini dipusatkan di Sekolah Dasar Negeri 152983 Hutanabolon 1, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (22/10) ini bertujuan utama untuk mendukung pemulihan fasilitas pendidikan yang sebelumnya terdampak bencana banjir. Sebanyak 20 narapidana dilibatkan dalam upaya gotong royong membersihkan lingkungan sekolah.
Kepala Lapas Kelas IIA Sibolga, Tri Purnomo, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen Pemasyarakatan untuk tidak hanya fokus pada pembinaan di dalam lapas, tetapi juga memberikan kontribusi positif kepada masyarakat luas.
Para narapidana aktif membersihkan ruang kelas, memperbaiki saluran air, mengecat meja dan bangku sekolah, serta membangun pagar. Upaya ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih bersih, aman, dan nyaman bagi para siswa.
Tri Purnomo menambahkan bahwa pelibatan warga binaan dalam kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan interaksi positif dengan masyarakat, meningkatkan kepedulian sosial, serta membangun rasa tanggung jawab mereka.
Kondisi SDN Hutanabolon memang kerap tergenang air saat hujan deras, menyisakan lumpur dan kotoran yang mengganggu proses belajar mengajar. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan pengalaman tersebut dapat menanamkan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama, yang nantinya dapat diterapkan ketika mereka kembali ke masyarakat.
“Kami juga ingin mengubah stigma negatif terhadap Pemasyarakatan dengan menunjukkan bahwa pembinaan mampu melahirkan kontribusi yang bermanfaat bagi lingkungan,” ujar Tri Purnomo.
Ketua PIPAS Cabang Lapas Sibolga, Kiki Tri Purnomo, menyampaikan bahwa bakti sosial ini adalah bentuk solidaritas keluarga besar Pemasyarakatan terhadap sekolah yang terdampak bencana. “Kami memahami bahwa dampak banjir yang terus berulang meninggalkan material dan mengganggu kegiatan belajar mengajar,” katanya.
Bantuan dari PIPAS Pusat dan PIPAS Wilayah Sumatera Utara ini diharapkan dapat meringankan beban pihak sekolah dan membantu pemulihan aktivitas pendidikan agar kembali normal. Kegiatan kemanusiaan ini sendiri berlangsung selama tiga hari.
Pelaksanaan kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) yang digagas oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, untuk mendorong kehadiran Pemasyarakatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.