Banten Usulkan Penambahan Kuota BBM Imbas Truk Sumatera Isi Penuh

Pemerintah Provinsi Banten mengusulkan penambahan kuota bahan bakar minyak (BBM), khususnya solar. Permintaan ini muncul akibat tingginya volume truk dari dan menuju Sumatera yang mengisi penuh tangki kendaraan mereka di wilayah Banten.

Kepala Dinas ESDM Provinsi Banten, Ari James Faraddy, menjelaskan bahwa kuota BBM yang biasanya mencukupi kebutuhan Banten kini tergerus. Hal ini disebabkan Banten yang menjadi jembatan antara Jawa dan Sumatera. Truk yang melakukan perjalanan dari Jakarta menuju Sumatera, misalnya, seringkali mengisi BBM hingga penuh di Banten sebelum menyeberang.

Situasi serupa terjadi pada truk yang datang dari Sumatera menuju Jakarta atau Jawa Barat. Kendaraan tersebut dipasok BBM secukupnya di Sumatera, lalu mengisi penuh kembali saat tiba di Merak, Banten. “Jadi kan, ‘Kok cepat habis’. Ya, karena di Sumatera kan langka BBM-nya,” ujar Ari James.

Kondisi ini menyebabkan stok BBM di lapangan cepat terkuras sebelum ada pengisian ulang. Akibatnya, Pemprov Banten berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengajukan penambahan kuota BBM. Distribusi BBM yang seharusnya mencukupi kini terganggu, sehingga memerlukan pengiriman tambahan dari fasilitas suplai seperti Tanjung Gerem dan Plumpang.

Sebelumnya, terjadi penumpukan truk yang hendak mengisi BBM di Banten. Ari James menekankan bahwa Banten seharusnya mendapatkan perlakuan khusus mengingat tingginya permintaan BBM. Ia berharap usulan penambahan kuota ini dapat disetujui untuk menjaga ketersediaan hingga akhir tahun.

Pihaknya terus memantau stok BBM setiap hari untuk mencegah kelangkaan yang serupa terjadi di daerah lain seperti Bali dan Jawa Timur. “Kita memantau day by day sekarang. Jangan sampai ada kelangkaan kayak di Bali, di Jawa Timur, gitu kan,” tegasnya.

Tinggalkan komentar