Keluarga Ungkap Perjuangan Hasan Syukur, Ojol yang Terlindas Mobil BYD di Blok M

Keluarga menceritakan sosok Hasan Syukur (56), pengemudi ojek online (ojol) yang menjadi korban kecelakaan di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Hasan dilindas oleh sebuah mobil BYD dalam peristiwa nahas tersebut. Menantu Hasan, Eko Priyono (34), menggambarkan ayah mertuanya sebagai pribadi yang sangat pekerja keras.

“Bapak sih pekerja keras ya. Ya tiap hari kerja, udah tua juga disuruh di rumah aja nggak mau,” ujar Eko saat ditemui di RS Fatmawati, Jakarta Selatan, tempat Hasan menjalani perawatan, Senin (26/10/2026).

Eko menambahkan bahwa keluarga telah meminta Hasan untuk kembali menetap di rumah mereka di Serang, Banten. Namun, Hasan memilih untuk tetap merantau ke Jakarta demi menafkahi keluarga.

“Kalau disuruh di rumah sama, sama istri aja nggak mau. Penginnya masih merantau aja,” tuturnya.

Penghasilan Hasan sebagai ojol sebagian besar diberikan kepada istrinya. Selain itu, ia juga gemar menggunakan sebagian pendapatannya untuk mengajak anak dan cucunya berlibur.

“Paling (penghasilannya) buat istri, kadang buat balik juga, buat main sama anak cucu gitu. Iya, liburan gitu,” ungkap Eko.

Demi menopang kehidupan, Hasan meninggalkan istri, anak, serta dua cucunya di Serang untuk bekerja di Ibu Kota. Selama berada di Jakarta, Hasan diketahui tinggal di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat.

“(Tinggalnya) di Cengkareng, Jembatan Baru,” ungkapnya.

Eko juga membeberkan kondisi kesehatan Hasan pasca-kecelakaan. Ia menyebutkan bahwa ayah mertuanya mengalami patah tulang pada kaki dan paru-paru yang bocor.

“Patah yang kaki. Kalau yang bagian badan pada retak sama itu, paru-parunya ada yang kena bocorlah sedikit gitu,” jelas Eko.

Setelah menjalani perawatan intensif selama beberapa hari, kondisi Hasan kini dilaporkan stabil. Meskipun demikian, Hasan dilaporkan belum dapat berbicara.

“Kalau keadaan sih stabil, cuman bapak sekarang belum bisa bicara. Dikarenakan masih dalam obat penenang, soalnya habis dioperasi. Dan sekarang saat ini juga bapak lagi demam. Harus apa, obat antibiotiknya harus dikasih lebih tinggi lagi. Jadinya bapak belum bisa bicara sama sekali. Kalau keadaan mah stabil katanya,” ujarnya.

Kecelakaan tragis yang menyebabkan tubuh Hasan terlindas mobil BYD terjadi pada Jumat (23/10) sekitar pukul 16.48 WIB. Mobil tersebut dikemudikan oleh seorang pria berinisial S (46).

Kronologi kejadian bermula ketika mobil BYD menabrak mobil Honda Brio yang melaju searah di depannya. Akibat tabrakan itu, mobil BYD oleng ke kiri dan kemudian menabrak sepeda motor Honda Beat yang dikendarai korban ojol, serta sebuah mobil Wuling.

Pihak kepolisian telah menetapkan S sebagai tersangka dalam kasus ini. Berdasarkan pemeriksaan sementara, S mengaku melamun dan mengantuk saat mengemudikan kendaraannya.

“Jadi hasil pemeriksaan sementara, yang bersangkutan melamun, ngantuk,” kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Muhammad Adiel Aristo saat dihubungi, Senin (26/10).

Tersangka mengaku sempat menginjak pedal gas mobil hingga kehilangan kendali. Panik dengan situasi tersebut, ia justru semakin menginjak gas, yang berujung pada kecelakaan menabrak beberapa kendaraan dan melindas korban ojol. Pihak kepolisian masih mendalami kemungkinan adanya masalah pada fungsi gas dan rem kendaraan tersebut.

Tinggalkan komentar