Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) didorong menjadi penggerak ekonomi pedesaan dengan memperluas akses pasar bagi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta meningkatkan pendapatan pelaku usaha.
Dampak positif kehadiran KDMP mulai dirasakan. Rony, pelaku UMKM madu, melaporkan peningkatan omzet hampir 50% setelah produknya dipasarkan melalui KDMP Banjarsari. Omzet usahanya naik dari kisaran Rp 50-70 juta menjadi Rp 100-120 juta.
Selain madu, Rony juga memasarkan produk lain seperti calung, angkak, bumin, dan amusir melalui KDMP Banjarsari. Seluruh produk tersebut telah memiliki izin edar dan dipasarkan atas permintaan kepala desa.
Hal serupa dialami Anik, ibu rumah tangga yang menitipkan produk asinan buah dan rempeyek di KDMP Dadapsari sejak Agustus 2026. Ia biasanya menyediakan 10-30 porsi produk dan kembali membuat stok jika dagangannya habis.
Anik merasa terbantu dengan adanya KDMP untuk menambah penghasilan keluarga di sela aktivitasnya sebagai ibu rumah tangga. Ia mengaku hanya iseng membuat cemilan untuk dititipkan.
Sekretaris Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Banjarsari, Jampit Ludiro Sri Pamungkas, menjelaskan KKMP yang dirintis dari usaha kecil kini berkembang dengan omzet lebih dari Rp 400 juta. Awalnya, operasional gerai dilakukan di garasi mobil ketua.
“Awalnya, operasional gerai dilakukan di garasi mobil ketua. Dari sana kami merintis usaha Ritel MBO (Management by Objectives) kecil, kemudian secara bertahap berevolusi menjadi koperasi yang bermitra dengan masyarakat. Untuk periode Januari sampai Agustus 2026, total omzet yang berhasil kami dapatkan sudah mencapai lebih dari Rp 400 juta,” papar Jampit.
Jampit menambahkan, pihaknya menjalankan sejumlah program untuk menarik minat warga dan pelaku UMKM bergabung sebagai anggota. Program tersebut meliputi sosialisasi, penyediaan produk dan layanan gerai sesuai kebutuhan warga, serta digitalisasi melalui aplikasi MyKopkel.
“Kami memanfaatkan platform digital untuk menjawab tantangan zaman dan mengikis persepsi negatif tentang koperasi. Aplikasi MyKopkel menjadi media interaksi sekaligus sarana transparansi lembaga kepada anggota dan masyarakat,” jelas Jampit.
Pemasaran digital melalui aplikasi MyKopkel turut membantu UMKM menjangkau pasar yang lebih luas dan meningkatkan potensi transaksi. “Berdasarkan informasi dari pelaku UMKM, omzet mereka mengalami peningkatan. Pemasaran digital lewat aplikasi membantu menjangkau pasar yang lebih luas dan meningkatkan potensi transaksi (leads),” kata Jampit.