Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto melaporkan luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi yang masih dalam penanganan mencapai 639,23 hektare. Luas terbesar tercatat di Provinsi Kalimantan Tengah, khususnya di Taman Nasional Tanjung Puting, yang merupakan titik baru penemuan karhutla.
“Untuk provinsi prioritas lahan gambut ada di enam provinsi, Bapak Presiden: Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, dan Riau. Untuk hari ini, yang terbakar yang masih ditangani oleh satgas di lapangan, jumlahnya adalah 639,23 hektare,” kata Suharyanto saat melaporkan perkembangan penanganan karhutla kepada Presiden Prabowo Subianto, Selasa (13/10/2026).
Luasan lahan yang terbakar di Taman Nasional Tanjung Puting mencapai 513,89 hektare. Penanganan karhutla di area tersebut terus dilakukan melalui jalur darat.
“Yang terbesar memang terjadi di Kalimantan Tengah. Kenapa paling besar? Karena baru saja ditemukan kebakaran baru di Taman Nasional Tanjung Puting, Kabupaten Kotawaringin Barat dan Seruyan. Per hari ini ada 513,89 hektare yang terbakar di sana. Meskipun bukan lahan gambut, lahan mineral, tetapi ini menjadi pekerjaan yang segera harus kami lakukan,” jelas Suharyanto.
Pangdam Kalimantan Tengah dilaporkan telah memimpin langsung penanganan karhutla di lapangan. Selain itu, ada penambahan pasukan dan peralatan untuk tim satgas darat guna mempercepat penanganan.
Upaya penanganan melalui udara juga telah diupayakan, namun terkendala oleh gangguan kabut asap tebal yang mengganggu jarak pandang. Meskipun demikian, sejumlah armada telah disiapkan untuk melakukan penanganan via udara, termasuk mengoptimalkan operasi modifikasi cuaca.
“Sementara untuk satgas udara kami sudah coba bergerak baik dari Palangkaraya Tjilik Riwut maupun dari Syamsudin Noor Banjarmasin, sementara belum tembus karena visibility yang sangat tebal,” ujarnya.
Suharyanto menambahkan, “Di Kalimantan Tengah ini operasi-operasi udara baik heli water bombing, operasi modifikasi cuaca maupun pesawat komersial sementara tidak dapat terbang karena visibility yang rendah.”