Karhutla Dekati Desa di Kotawaringin Barat, Ratusan Warga Terancam

Kotawaringin Barat – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, semakin mengkhawatirkan. Titik api yang terpantau di kawasan Sungai Buluh Kecil dilaporkan kini hanya berjarak sekitar empat kilometer dari permukiman warga di Desa Teluk Pulai.

Warga bersama tim gabungan tengah berjuang keras memadamkan api dan mencegahnya merembet lebih jauh. Kebakaran yang telah berlangsung berbulan-bulan ini tidak hanya mengancam keselamatan ratusan jiwa, tetapi juga menimbulkan kabut asap tebal yang mengganggu aktivitas transportasi masyarakat.

Kepala Desa Teluk Pulai, Herliyus Cristian, menyatakan keprihatinan mendalam atas situasi tersebut. Ia menjelaskan bahwa api di Sungai Buluh Kecil sudah semakin dekat dengan aliran sungai, menimbulkan kekhawatiran besar api akan mencapai desa yang dihuni oleh 495 jiwa itu. “Kami berupaya keras agar api tidak merembet ke desa. Kebakaran sudah mendekati sungai, sementara jarak titik api ke desa kami sekitar empat kilometer,” ujar Herliyus.

Untuk mengendalikan penyebaran api, sebanyak 60 personel dari Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Teluk Pulai bersama lima personel Polsek Kumai telah dikerahkan ke lokasi. Mereka bekerja tanpa lelah memadamkan api di tengah kondisi yang terus mengancam kawasan sekitar.

Herliyus menambahkan bahwa kebakaran tidak hanya terpusat di Sungai Buluh Kecil, tetapi titik api juga terpantau di kawasan Sungai Buluh Besar. Sejumlah relawan telah diterjunkan untuk membantu upaya pengendalian kebakaran di wilayah tersebut.

Tinggalkan komentar