Indonesia Pernah Jadi “Jatuhan” Serpihan Roket China Berkali-kali

JAKARTA – Serpihan roket milik China kembali jatuh di wilayah Indonesia, kali ini di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Benda yang diduga bagian dari roket pembawa satelit Zhuque 2E tersebut ditemukan pada Minggu (18/10/2026). Namun, kejadian ini bukanlah yang pertama kali serpihan roket China mendarat di Indonesia.

Catatan menunjukkan bahwa wilayah Indonesia telah beberapa kali menjadi lokasi jatuhnya sampah antariksa dari China. Insiden serupa pernah terjadi di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah pada tahun 2021, kemudian di Sanggau, Kalimantan Barat pada tahun 2022. Kejadian terbaru di Kotawaringin Timur menambah daftar panjang peristiwa ini.

Sejumlah Kejadian Serpihan Roket China di Indonesia

Berikut adalah beberapa insiden jatuhnya serpihan roket China di Indonesia:

1. Kalimantan Tengah, Januari 2021

Bagian pelindung muatan atau payload fairing dari roket Long March/Chang Zheng-8 (CZ-8) milik China teridentifikasi jatuh di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Peneliti Astronomi dan Astrofisika Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, mengonfirmasi bahwa objek tersebut merupakan sampah antariksa.

“Objek sampah antariksa yang ditemukan di pantai selatan Kalimantan Tengah pada 4 Januari 2021 adalah bagian Payload Fairing (pelindung muatan) roket Long March/CZ-8 yang diluncurkan pada 22 Desember 2020,” ujar Thomas pada Jumat (8/1/2021). Ia menjelaskan bahwa material plastik yang diperkuat tersebut mampu terapung di laut dan informasinya didapat setelah Lapan berkoordinasi dengan Badan Antariksa China (CNSA).

2. Kalimantan Barat, Agustus 2022

Serpihan roket China juga pernah jatuh di Sanggau, Kalimantan Barat. Sebelum ditemukan, puing antariksa ini sempat terlihat melintas di langit Lampung. Peneliti bidang astronomi/astrofisika dari Pusat Riset Antariksa BRIN, Rhorom Priyatikanto, menyatakan keyakinannya bahwa benda tersebut adalah bagian dari roket Long March 5B milik China.

“Kami cukup yakin bahwa benda yang ditemukan adalah bagian dari roket Long March 5B,” kata Rhorom kepada media pada Senin (1/8/2022).

3. Banten dan Lampung, April 2026

Pada bulan April 2026, puing atau serpihan roket kembali terlihat di wilayah Indonesia, khususnya di kawasan Banten dan Lampung. Objek bercahaya yang meluncur dan terpecah di langit tersebut dipastikan sebagai sampah antariksa oleh Thomas Djamaluddin.

Thomas menjelaskan bahwa sampah antariksa itu berasal dari bekas roket China CZ-3B. “Masyarakat sekitar Lampung dan Banten dihebohkan dengan objek terang yang meluncur di langit dan tampak terpecah menjadi beberapa bagian. Itu adalah pecahan sampah antariksa,” ungkap Thomas, dilansir Antara pada Senin (6/4/2026). Ia menambahkan bahwa sisa roket tersebut meluncur dari arah India menuju Samudera Hindia.

4. Kalimantan Tengah, Oktober 2026

Peristiwa terbaru terjadi pada Minggu (18/10/2026) di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Serpihan logam berukuran besar ditemukan di perkebunan kelapa sawit di Jalan Sampit-Pangkalan Bun.

Benda tersebut dikonfirmasi sebagai bagian dari roket pembawa satelit China, Zhuque 2E. “Berdasarkan informasi yang diterima dari BRIN, serpihan tersebut merupakan bagian dari roket China Zhuque 2E yang jatuh di wilayah Kotim pada Minggu (18/10/2026), sekitar pukul 17.36 WIB,” ujar Person in Charge (PIC) Civil Aviation Publication Team (CAPT) Bandara H Asan Sampit, Zachrudien, pada Senin (19/10), dilansir detikKalimantan. Konfirmasi ini diperoleh setelah koordinasi antara pihak Bandara H Asan Sampit, BRIN, dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Tinggalkan komentar