Asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Indonesia telah terdeteksi hingga ke wilayah Malaysia dan Singapura. Menanggapi situasi ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengintensifkan berbagai upaya pengendalian.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyatakan bahwa BNPB bersama kementerian dan lembaga terkait terus memperkuat langkah terpadu untuk mengendalikan karhutla sekaligus mengurangi risiko penyebaran asap yang melintasi batas negara. “Langkah pertama dan paling mendasar adalah memadamkan api di sumbernya,” ujar Berton, Kamis (15/10/2026).
Ia menjelaskan, pihaknya memaksimalkan operasi darat dan udara sesuai kondisi lapangan, melakukan pendinginan untuk mencegah api menyala kembali, serta mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca bersama BMKG apabila kondisi atmosfer memungkinkan. Selain itu, petugas juga terus melakukan pemantauan titik api, kondisi cuaca, arah pergerakan angin, dan kualitas udara.
Pemantauan ini menjadi dasar untuk menentukan prioritas penanganan dan menyampaikan peringatan dini kepada masyarakat. “Memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, Kementerian Kehutanan, KLH/BPLH, BMKG, TNI, Polri, serta unsur masyarakat untuk mencegah munculnya kebakaran baru dan memastikan penegakan hukum terhadap pembakaran ilegal,” tambah Berton.
BNPB juga mendorong kerja sama internasional melalui mekanisme ASEAN dan komunikasi dengan negara-negara tetangga, termasuk pertukaran informasi serta pembahasan dukungan yang diperlukan sesuai prosedur untuk mengatasi dampak asap lintas batas.