Kabut Asap Mengancam, Sekolah di Parepare Beralih ke Pembelajaran Daring

PAREPARE – Kualitas udara di Kota Parepare, Sulawesi Selatan, dilaporkan memburuk akibat kabut asap. Kondisi ini mendorong Pemerintah Kota Parepare untuk mengalihkan sistem pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran dalam jaringan (daring) bagi siswa tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parepare, Adriani Idrus, menjelaskan bahwa tingkat polusi udara di wilayahnya telah mencapai level tidak sehat. “Kita melihat bahwa kondisi cuaca di Parepare itu sudah sangat tidak sehat. Karena laporan dari Kepala BPBD, itu kondisi Parepare per hari ini, tadi dari pagi sampai siang langsung melonjak dari 30 menjadi 80 mikrogram per meter kubik,” ujarnya.

Menurut Adriani, lonjakan polusi tersebut didominasi oleh partikel halus PM2,5. Partikel berukuran sangat kecil ini berpotensi menembus masker biasa dan langsung berdampak pada saluran pernapasan. “80 mikrogram itu kalau dibaca partikelnya, partikelnya itu PM2,5 yang sangat kecil. Jadi bisa menembus masker, masker biasa, masker kain itu bisa menembus dan bisa langsung masuk ke paru-paru. Jadi itu sangat sensitif untuk anak-anak murid kita, baik TK, SD, dan SMP,” terangnya.

Menyikapi situasi tersebut, Wali Kota Parepare telah memberikan instruksi untuk mengalihkan kegiatan belajar mengajar ke sistem daring selama dua hari ke depan. Evaluasi lebih lanjut mengenai kebijakan ini akan dilakukan pada akhir pekan, berdasarkan perkembangan kondisi cuaca. “Pimpinan dalam hal ini Bapak Wali Kota memerintahkan saya selaku Kadis Pendidikan untuk mendaringkan anak-anak selama dua hari dulu. Nanti kita lihat lagi kondisi Sabtu-Minggu, apakah malah makin memburuk atau malah makin membaik,” pungkasnya.

Tinggalkan komentar