Kebakaran Maut di Penjaringan Tewaskan Nenek dan Cucu, Api Diduga dari Rumah Kosong

Sebuah insiden kebakaran hebat melanda permukiman warga di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara. Kobaran api yang diduga berasal dari sebuah rumah kosong tersebut, menimbulkan kerugian besar dan merenggut nyawa dua orang penghuni.

Peristiwa kebakaran terjadi di Jalan Kertajaya IV, RT 07 dan 17, RW 014, Kelurahan Penjaringan. Laporan kebakaran pertama kali diterima oleh petugas pemadam kebakaran pada pukul 13.55 WIB, yang kemudian segera mengerahkan 27 unit mobil pompa beserta 135 personel ke lokasi kejadian. Api berhasil dikendalikan pada pukul 15.17 WIB dan proses pendinginan dimulai sekitar pukul 15.41 WIB.

Dugaan awal penyebab kebakaran adalah masalah kelistrikan. “Dugaan penyebab kebakaran masalah listrik,” ujar Kasiops Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Utara, Gatot Sulaiman.

Dua Orang Meninggal Dunia

Tragisnya, kebakaran ini menimbulkan korban jiwa. Dua orang dilaporkan meninggal dunia dalam insiden tersebut. Kapolsek Metro Penjaringan AKBP Agta Bhuwana Putra membenarkan adanya korban jiwa dan menyatakan bahwa identitas mereka masih dalam proses identifikasi. “Betul (dua orang meninggal dunia). Masih kami identifikasi. Proses olah TKP (tempat kejadian perkara),” jelasnya pada Selasa (13/10).

Salah satu korban jiwa adalah seorang anak perempuan berusia 6 tahun bernama Nabil. Korban lainnya belum diketahui identitasnya. Selain itu, seorang petugas pemadam kebakaran mengalami luka bakar dan telah dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Koja untuk mendapatkan perawatan medis.

Korban Tewas adalah Nenek dan Cucu

Menurut kesaksian warga setempat, korban meninggal dunia adalah pasangan nenek dan cucu. Warga bernama Sidik (38) menyebutkan korban adalah Wulan (70) dan cucunya, Muhammad Nabil (6). “Ibu Wulan kalau nggak salah umur sekitar 70 atau 80 tahun. Nama lengkapnya saya kurang paham, panggilannya selalu Bu Wulan aja gitu kan. Nah, cucunya namanya Muhammad Nabil, 6 tahun,” ungkap Sidik.

Sidik juga menceritakan bahwa abangnya menjadi salah satu korban luka dalam peristiwa ini. Abangnya tersebut mengalami luka bakar dan sedang menjalani perawatan di rumah sakit, bahkan dijadwalkan menjalani operasi plastik. “Korban luka abang saya nih, abang kandung lagi dirawat di Rumah Sakit Atmajaya, luka bakar. Informasinya sih jam 5 sore ini nanti dioperasi plastik,” tuturnya.

Api Berasal dari Rumah Kosong

Sidik mengaku menyaksikan api pertama kali muncul dari sebuah rumah kosong yang terbuat dari material kayu dan tripleks. Rumah tersebut telah ditinggalkan penghuninya selama kurang lebih lima tahun. “Itu kan bangunan kosong, dua pintu. Bangunan kosong udah lebih dari 5 tahun, bangunannya itu full kayu tripleks. Full kayu tripleks, kosong udah bertahun-tahun. Nah dari bangunan itu ada api, dari situ titik awalnya saya lihat, api itu. Nah, di belakang rumah itu yang kosong, rumah yang korban meninggal,” jelas Sidik.

Saat kejadian, Sidik sedang berada di lantai atas rumahnya. Ia mendengar suara ‘pletak-pletok’ dan merasakan angin kencang, kemudian melihat hawa panas serta api yang sudah membesar di lantai dua. Ia segera turun dan berteriak memberitahukan warga tentang kebakaran tersebut. Warga sekitar sempat berupaya memadamkan api secara swadaya dengan peralatan seadanya sambil menyelamatkan barang-barang penting.

Sidik juga turut membantu petugas pemadam kebakaran, terutama di bangunan bertingkat yang sulit dijangkau air. Ia membuka akses pintu agar petugas dapat menyemprotkan air dari lantai atas dengan jangkauan yang lebih luas. Setelah api berhasil dipadamkan, ia merasa sedih karena tetangganya, nenek dan cucu, menjadi korban jiwa.

Ratusan Keluarga Mengungsi

Kebakaran ini menghanguskan 150 rumah dan melanda area seluas sekitar 6.400 meter persegi. “Objek terbakar 150 rumah,” kata Gatot Sulaiman. Rumah-rumah yang terdampak berada di wilayah RT 17 dan RT 07 RW 14 Kelurahan Penjaringan.

Sekitar 500 jiwa dari 200 keluarga terpaksa mengungsi akibat musibah ini. Ketua RT 7, Oman (50), menyatakan bahwa para korban mengungsi di dua musala terdekat. Bantuan logistik dari berbagai pihak seperti PMI dan BPBD telah diterima, dan pihaknya berharap bantuan khusus untuk anak sekolah serta balita juga dapat segera terpenuhi. “Bantuan udah alhamdulillah datang ya. Dari PMI, BPBD, udah datang. Mudah-mudahan aja bantuan yang buat anak sekolah ya, sama balita,” harap Oman.

Kondisi lokasi pasca-kebakaran pada Rabu (14/10) menunjukkan sisa-sisa bangunan yang hangus dan puing-puing yang berserakan. Beberapa warga terlihat mencari barang-barang yang mungkin masih bisa diselamatkan dari rumah mereka yang telah rata dengan tanah. Garis polisi telah dipasang di sekitar area kejadian.

Tinggalkan komentar