GRESIK – Pemerintah Kabupaten Gresik meluncurkan Gerakan Mengisi dan Memanfaatkan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (GEMMA KIA) sebagai upaya strategis untuk menekan angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), dan prevalensi stunting. Peluncuran gerakan ini dilakukan oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif di Hotel Aston Gresik.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk Ketua TP PKK Kabupaten Gresik, Ketua Pokja Bunda PAUD Kabupaten Gresik, kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, kepala puskesmas se-Kabupaten Gresik, kader kesehatan, Bunda PAUD, guru PAUD, serta perwakilan organisasi profesi.
Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menyampaikan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak. Ia mengakui bahwa meskipun upaya terus dilakukan, angka kematian ibu pada tahun 2026 masih mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, sementara prevalensi stunting belum menunjukkan penurunan yang signifikan.
“Pemerintah Kabupaten Gresik terus berkomitmen menurunkan angka kematian ibu, angka kematian bayi, dan prevalensi stunting. Namun, upaya ini membutuhkan kerja bersama dan keterlibatan seluruh pihak agar hasilnya semakin optimal,” ujar Alif dalam keterangan tertulisnya.
Alif memaparkan bahwa lebih dari 98 persen ibu hamil di Kabupaten Gresik telah memiliki Buku KIA yang diberikan secara gratis melalui puskesmas. Capaian ini perlu diimbangi dengan pemanfaatan buku yang optimal oleh ibu hamil, ibu balita, keluarga, kader kesehatan, maupun tenaga kesehatan.
Ia menekankan, “Buku KIA bukan sekadar buku yang harus dimiliki oleh ibu hamil dan keluarga, tetapi menjadi panduan penting untuk memahami kondisi kesehatan ibu dan anak, mengenali tanda bahaya, serta memantau tumbuh kembang anak.”
Oleh karena itu, ibu hamil dan ibu balita sangat dianjurkan untuk membaca, memahami, dan mengisi Buku KIA. Suami dan anggota keluarga lainnya juga perlu dilibatkan agar edukasi kesehatan yang terkandung di dalamnya dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain keluarga, peran kader kesehatan dan guru PAUD dinilai krusial dalam memperkuat edukasi serta pemantauan kesehatan ibu dan anak. Keduanya diharapkan dapat bersinergi dengan tenaga kesehatan dalam memberikan pendampingan, mencatat hasil pemantauan, serta mendukung stimulasi tumbuh kembang anak.
“Melalui GEMMA KIA, kader kesehatan, guru PAUD, dan tenaga kesehatan harus memperkuat kolaborasi. Pendampingan dan edukasi yang berkelanjutan sangat penting untuk memastikan kesehatan ibu serta tumbuh kembang anak terpantau dengan baik,” tegas Alif.
Pengisian dan pemanfaatan Buku KIA secara konsisten diyakini dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap tanda bahaya kehamilan dan risiko gangguan kesehatan pada anak. Dengan pencatatan yang baik, kondisi berisiko diharapkan dapat dikenali lebih awal sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Untuk mendukung penanganan kondisi gawat darurat, Pemerintah Kabupaten Gresik juga menyediakan layanan panggilan darurat 112, termasuk untuk kegawatdaruratan pada ibu dan anak, guna mencegah keterlambatan penanganan.
Alif berharap GEMMA KIA tidak hanya berhenti pada seremoni peluncuran, melainkan menjadi gerakan bersama yang dilaksanakan secara berkelanjutan di masyarakat. “Tujuan akhirnya adalah menurunkan angka kematian ibu, angka kematian bayi, dan prevalensi stunting di Kabupaten Gresik,” pungkasnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik dr. Mukhibatul Khusnah melaporkan tren angka kematian ibu dan bayi di Gresik masih belum menunjukkan penurunan signifikan. Hingga Oktober 2026, tercatat 16 kasus kematian ibu, meningkat dari 11 kasus pada tahun 2025.
“Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi kita semua. Oleh karena itu, diperlukan penguatan upaya pencegahan melalui keterlibatan seluruh pihak, mulai dari tenaga kesehatan, keluarga, kader, hingga masyarakat,” ujar Mukhibatul.
Meskipun kepemilikan Buku KIA di Gresik telah mencapai 98 persen, pemanfaatan dan pengisiannya oleh berbagai pihak belum optimal. Mukhibatul menjelaskan, “Buku KIA bukan sekadar buku catatan kesehatan, tetapi merupakan instrumen penting untuk memantau kondisi kesehatan ibu dan anak, mengenali tanda bahaya sejak dini, serta mendukung pengambilan keputusan yang tepat dalam pelayanan kesehatan.”
Melalui GEMMA KIA, Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik mengajak seluruh pihak untuk berkomitmen dalam memastikan kelengkapan pengisian dan pemanfaatan Buku KIA secara berkelanjutan. Gerakan ini juga bertujuan memperkuat deteksi dini dan meningkatkan kesadaran masyarakat.
Kegiatan GEMMA KIA meliputi komitmen pengisian Buku KIA secara lengkap, pemberian notifikasi tanda bahaya kehamilan dan masa nifas oleh kader, penyampaian informasi nomor panggilan kegawatdaruratan maternal dan neonatal, serta pemberian penandaan Anak Prasekolah (APRAS) Paripurna.
Mukhibatul berharap seluruh pihak dapat menjalankan perannya secara optimal. “Keberhasilan GEMMA KIA tidak hanya diukur dari tingginya kepemilikan Buku KIA, tetapi juga dari kelengkapan pengisian dan pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kerja sama dan komitmen bersama, kita berharap dapat memperkuat upaya pencegahan kematian ibu, kematian bayi, dan stunting di Kabupaten Gresik,” ungkapnya.