SAMARINDA – Empat anak berusia antara 10 hingga 13 tahun di Samarinda, Kalimantan Timur, menunjukkan kepedulian luar biasa dengan menyelamatkan seekor bekantan yang tersesat di area permukiman warga. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur memberikan apresiasi tinggi atas tindakan mereka yang sigap dalam menyelamatkan satwa yang dilindungi tersebut.
Kepala BKSDA Kaltim, M. Ari Wibawanto, menyatakan bahwa kepedulian terhadap kelestarian satwa liar tidak mengenal batasan usia. “Ini tentang rasa kepedulian serta tindakan nyata,” ujarnya, seperti dikutip dari Antara, Sabtu (24/10/2026).
Peristiwa bermula ketika Aldo dan ketiga temannya menemukan seekor bekantan di belakang rumah warga. Tanpa ragu, keempat bocah tersebut segera mengambil langkah yang tepat dengan melaporkan penemuan satwa liar yang dilindungi itu ke Call Center BKSDA Kalimantan Timur.
Ari mengapresiasi langkah cepat yang diambil oleh anak-anak tersebut. “Langkah cepat anak-anak tersebut sangat tepat sehingga satwa langka terancam punah ini dapat segera dievakuasi petugas,” jelasnya.
Menindaklanjuti laporan dari para bocah tersebut, Tim Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah II Tenggarong segera bergerak menuju lokasi penemuan di wilayah Samarinda Utara. Petugas berhasil mengevakuasi seekor bekantan jantan berukuran remaja dalam kondisi kesehatan yang sangat baik pada 17 Oktober 2026.
Ari menambahkan, kehadiran anak-anak hebat ini memberikan pelajaran berharga bagi semua. “Kehadiran anak-anak hebat ini mengajarkan kita semua bahwa upaya menjaga kelestarian alam bisa dimulai sejak dini,” tuturnya.
Inisiatif yang ditunjukkan oleh keempat bocah Samarinda ini menjadi contoh teladan bagi masyarakat luas dalam mendukung upaya perlindungan keanekaragaman hayati dan ekosistem hutan Kalimantan. BKSDA Kaltim mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk meniru kepedulian mereka dengan tidak memelihara maupun memburu satwa liar yang dilindungi.
“Semoga aksi inspiratif ini dapat menggugah kesadaran masyarakat luas untuk ikut serta menjaga kelestarian satwa liar,” harap Ari.
Bekantan jantan remaja yang telah berhasil dievakuasi tersebut selanjutnya akan menjalani pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh dan pemantauan perilaku sebelum akhirnya dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya.
Masyarakat yang menemukan atau melihat keberadaan satwa liar dilindungi diimbau untuk segera menghubungi saluran siaga Call Center BKSDA Kalimantan Timur. “Sinergi serta kepedulian aktif seluruh elemen warga merupakan kunci utama keberhasilan menjaga keberlanjutan ekosistem alam,” tutup Ari.