Tragedi Saudia Flight 163: Mendarat Selamat, Ratusan Penumpang Tak Selamat

JAKARTA – Sebuah insiden penerbangan yang sangat tragis terjadi di Arab Saudi pada 19 Agustus 1980. Pesawat Saudi Arabian Airlines Penerbangan 163 (Saudia Flight 163) dengan nomor registrasi HZ-AHK, sebuah Lockheed L-1011 TriStar, berhasil mendarat darurat di Bandara Riyadh setelah mengalami masalah teknis, namun seluruh 301 orang di dalamnya akhirnya dinyatakan tewas.

Peristiwa nahas ini bermula saat pesawat lepas landas dari Bandara Riyadh menuju Jeddah. Sekitar enam setengah menit setelah terbang, alarm peringatan asap berbunyi, mengindikasikan adanya kebakaran di kompartemen kargo belakang. Teknisi penerbangan segera mengonfirmasi adanya asap dan api di kabin belakang. Menghadapi situasi darurat tersebut, kapten pesawat memutuskan untuk segera kembali ke Riyadh dan meminta tim pemadam kebakaran untuk bersiap siaga.

Dalam proses kembali, kapten melaporkan bahwa tuas daya mesin nomor dua mengalami masalah dan tidak berfungsi, sehingga mesin tersebut dimatikan. Laporan mengenai kebakaran di kabin belakang semakin memburuk seiring dengan upaya pendaratan darurat.

Meskipun menghadapi kebakaran hebat, pesawat tersebut berhasil mendarat dengan normal di Landasan 01 Bandara Riyadh. Namun, alih-alih berhenti di landasan pacu, pesawat justru berbelok ke taxiway sebelum akhirnya berhenti sepenuhnya. Sekitar 23 menit setelah mesin dimatikan dan 26 menit setelah pesawat berhenti, petugas pemadam kebakaran berhasil membuka pintu pesawat. Sayangnya, kabin telah dipenuhi asap tebal dan tidak ada tanda-tanda kehidupan di dalamnya. Tak lama kemudian, seluruh interior pesawat habis dilalap api.

Dari total 301 orang yang berada di dalam pesawat, yang terdiri dari 287 penumpang (termasuk 15 bayi) dan 14 awak pesawat, tidak ada yang selamat. Hasil pemeriksaan mendalam, termasuk autopsi dan toksikologi, menunjukkan bahwa penyebab utama kematian seluruh korban adalah menghirup gas beracun seperti karbon monoksida dan hidrogen sianida, pingsan akibat sesak napas karena asap, terpapar panas tinggi, serta kekurangan oksigen.

Penyebab langsung kecelakaan ini adalah kebakaran yang berasal dari kompartemen kargo C-3. Namun, sumber awal api tersebut tidak pernah berhasil diidentifikasi secara pasti.

Tinggalkan komentar