Dua Petugas Rutan Depok Dites Urine Terkait Pesta Narkoba Napi

JAKARTA – Dua petugas Rumah Tahanan (Rutan) Depok diperiksa oleh pihak kepolisian terkait dugaan keterlibatan dalam pesta narkoba yang dilakukan oleh sekelompok narapidana. Keduanya telah menjalani tes urine sebagai bagian dari pendalaman kasus ini.

Kapolres Metro Depok Kombes Christian Rony Putra menyatakan bahwa hasil tes urine kedua petugas tersebut sejauh ini menunjukkan hasil negatif. “Sudah tes urine, masih negatif,” ujar Kombes Christian kepada wartawan pada Senin (5/10/2026).

Meskipun hasil tes urine negatif, polisi tetap melakukan pemeriksaan mendalam untuk mengetahui asal usul narkotika jenis sabu yang diduga dibawa oleh kedua petugas tersebut ke dalam rutan. “Tapi kami akan melakukan pemeriksaan secara mendalam dari mana asal sabu tersebut. Kemudian hasil pemeriksaan dari kami nanti akan sebagai acuan bagi Kalapas untuk memberikan sanksi,” ungkapnya.

Kombes Christian menambahkan bahwa kedua petugas tersebut tidak terindikasi sebagai pengguna narkoba. Peran mereka diduga hanya sebatas menyediakan sabu beserta alat musik untuk kegiatan tersebut. “Tidak ada (indikasi pemakai), karena dua orang ini mereka ini berdua ini hanya menyediakan sabu dan menyediakan alat musik, seperti itu,” jelasnya.

Sebelumnya, Rutan Depok memberikan keterangan terkait viralnya video yang menunjukkan sekelompok pria berjoget dan mengonsumsi narkoba di dalam rutan. Sebanyak 22 narapidana dan 2 petugas telah diperiksa terkait insiden tersebut.

Karutan Depok Ario Galih Maduseno mengatakan, “Kalau kita pemeriksaan di kamar itu ada kurang lebih 22 warga binaan dan yang kami dalami lagi ada sekitar 3 sampai 4 orang.” Ia juga membenarkan bahwa dua petugas rutan turut diperiksa terkait peristiwa ini. “Jelas petugas kami, pegawai Rutan Depok. Posisinya ada di jajaran satuan pengamanan dan staf di bimbingan kerja,” ujarnya.

Tinggalkan komentar