JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) menjalin kerja sama dengan Universitas Pertahanan (Unhan) untuk mematangkan program pengabdian kadet yang bertujuan memperkuat pendidikan karakter dan kedisiplinan siswa di Sekolah Rakyat. Langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk membentuk generasi muda yang berkarakter.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bertemu dengan Rektor Unhan RI Letjen TNI (Purn.) Anton Nugroho di Kantor Kemensos, Jakarta, untuk membahas berbagai aspek teknis pelaksanaan program. Diskusi meliputi kesiapan pemberangkatan kadet, pelaksanaan upacara pelepasan, hingga materi edukasi yang akan diberikan kepada siswa.
Gus Ipul menegaskan bahwa keterlibatan kadet dalam program ini bukanlah untuk melakukan militerisasi terhadap siswa. Sebaliknya, fokus utamanya adalah menularkan nilai-nilai kedisiplinan yang esensial bagi proses pendidikan dan pembentukan karakter.
“Yang dikerjakan bukan militerisasi, tapi yang kita kerjakan itu ini loh, pemuatan kedisiplinan di Sekolah Rakyat. Memang kita perlu, semangat kedisiplinan itu harus ditularkan ke Sekolah Rakyat,” ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Senin (5/0/2026).
Menurut Gus Ipul, kedisiplinan sangat penting bagi siswa Sekolah Rakyat yang mengikuti sistem sekolah berasrama. Aktivitas yang berlangsung sepanjang hari menuntut pembiasaan yang konsisten, mulai dari bangun pagi, menjaga kebersihan diri, mengikuti pembelajaran, beraktivitas teratur, hingga beristirahat tepat waktu.
Dalam pertemuan tersebut, disepakati bahwa upacara pelepasan kadet ke Sekolah Rakyat akan dilaksanakan di Halim Perdanakusuma pada Jumat mendatang. Gus Ipul berharap para kadet dapat berperan sebagai kakak asuh yang memberikan contoh langsung kepada siswa dalam merapikan tempat tidur, menata barang pribadi, serta menjaga kebersihan dan kerapian sesuai Peraturan Urusan Dalam (PUD).
Kegiatan ini dirancang agar siswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga mengalami langsung proses pembentukan kebiasaan positif. “Kalau bisa besok ada praktek kaya waktu itu di Jogja, nanti kita siapkan tempat, ada lemari, tempat tidur, jadi nanti biar demo dibersihkan, itu menarik,” tambahnya.
Kolaborasi antara Kemensos dan Unhan tidak hanya berhenti pada pengabdian kadet. Peluang penguatan kapasitas bagi wali asrama dan wali asuh Sekolah Rakyat melalui pelatihan dan pendampingan yang melibatkan unsur Unhan juga dibahas. Materi ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pengasuh dalam membangun karakter, kedisiplinan, kebersihan, dan kebiasaan positif siswa secara berkelanjutan.
“Saya mohon Pak, kalau bisa pendidikan untuk pengasuh (wali asuh). Tetap di sekolah rakyat kayak sekarang, tapi khusus untuk pengasuhnya, tahun depan. Jadi kadetnya iya, pengasuhnya iya,” ungkap Gus Ipul.
Menanggapi hal tersebut, Anton menyampaikan bahwa pendampingan selama dua pekan akan difokuskan pada pembentukan kebiasaan siswa melalui aktivitas terstruktur. Keterlibatan wali asrama dan wali asuh diharapkan dapat memastikan keberlanjutan kebiasaan positif yang dibangun selama program.
“Jadi kita libatkan terus Pak. Jadi kita membentuk habit saja selama dua minggu itu. Harapan kami setelah dua minggu itu mereka sudah terbiasa dan itu berkelanjutan terus. Tinggal mereka sudah berlanjut dengan wali asuhnya,” kata Anton.
Sementara itu, Kepala Lembaga Pengembangan Pertahanan Negara (LPPN) Unhan RI Mayjen TNI Endro Satoto menambahkan bahwa proses pelepasan kadet pada Jumat mendatang akan didukung oleh transportasi udara berupa delapan pesawat, terdiri dari enam pesawat Hercules, satu Boeing, dan satu CN.
“Nanti kita didukung pesawat itu delapan pesawat. Hercules 6 pesawat, Boeing-nya 1, CN-nya 1. Rencananya begitu pak, nanti pembukaan diacarakan jam 9 pagi,” ujar Endro.