DPR Minta Pemerintah Pertimbangkan Moratorium Umrah Akibat Serangan Houthi

Jakarta – Peningkatan intensitas serangan Houthi ke wilayah Arab Saudi, termasuk yang mengarah ke kota suci Makkah dan Madinah, menjadi perhatian serius bagi Anggota Komisi I DPR, Nurul Arifin. Ia mendesak pemerintah Indonesia untuk memberikan atensi penuh terhadap situasi tersebut demi menjaga keselamatan jemaah umrah.

“Kita sih menghimbau ya supaya pemerintah memberikan atensi penuh begitu. Karena Houthi ini semakin lama semakin masif eh penyerangannya ke Arab Saudi, dan itu juga sudah menimbulkan korban hingga tewas,” ujar Nurul di Kantor DPP Golkar, Jakarta Barat, Senin (25/10/2026).

Nurul mengungkapkan kekhawatirannya bahwa serangan yang semakin gencar ini dapat mengganggu pelayanan dan keselamatan jemaah umrah asal Indonesia. Ia berpendapat bahwa pemerintah perlu mempertimbangkan opsi untuk menghentikan sementara pemberangkatan umrah jika situasi semakin genting.

“Jemaah-jemaah kita yang berangkat entah itu untuk umrah begitu, ini juga bisa terkendala,” tuturnya. Ia menambahkan, “Kami berharap ya kalau situasinya semakin genting, Kemlu dalam hal ini bisa melakukan moratorium untuk pemberangkatan jemaah umrah.”

Sebagai langkah antisipatif awal, Nurul menyarankan agar pemerintah dapat mengatur rute perjalanan jemaah umrah Indonesia untuk menghindari daerah yang berpotensi menjadi sasaran serangan Houthi. Salah satu opsi yang diajukan adalah pengaturan penerbangan langsung dari Indonesia ke Jeddah atau Madinah, tanpa perlu banyak transit di lokasi lain.

“Kalau tidak, antisipasinya seperti apa, begitu. Apakah penerbangannya bisa langsung ke ke tempat tujuan, misalnya ke Jeddah begitu, Jeddah kemudian ke Makkah ataupun langsung ke Madinah, begitu. Jadi tidak usah transitnya terlalu banyak di mana-mana, tapi fokus aja,” jelasnya.

Sebelumnya, otoritas pertahanan sipil Arab Saudi sempat merilis peringatan ‘potensi bahaya’ untuk empat provinsi di wilayah barat, termasuk Makkah, pada Sabtu (24/10). Peringatan yang juga mencakup Jeddah, Taif, dan Yanbu tersebut dicabut hanya beberapa menit setelah dikeluarkan dan menginstruksikan warga untuk segera mencari tempat aman.

Insiden serupa juga terjadi pada Rabu (21/10), ketika koalisi pimpinan Arab Saudi mengumumkan bahwa pertahanan udara mereka berhasil mencegat dan menghancurkan setidaknya lima drone yang terdeteksi menuju Wilayah Timur Saudi dan kota suci Madinah. Beberapa bagian dari rudal Houthi yang dicegat bahkan dilaporkan jatuh di area Wadi Al-Mughammas, sekitar 20 kilometer dari Masjidil Haram di Makkah.

Tinggalkan komentar