DPD Usulkan Korps Konservasi Sipil untuk Pulihkan Lahan Bekas Karhutla

Jakarta – Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin mengusulkan pembentukan Korps Konservasi Sipil. Lembaga ini diharapkan dapat memperkuat upaya rehabilitasi lahan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sekaligus melibatkan generasi muda dalam pemulihan hutan.

Sultan mengapresiasi pembentukan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove oleh Presiden Prabowo Subianto, namun menurutnya upaya pemulihan lingkungan perlu diperkuat lebih lanjut. “Sebagai bangsa kita patut mengambil hikmah dari peristiwa karthutla yang berdampak luas saat ini. Ada ratusan ribu lahan bekas karthutla yang harus direhabilitasi oleh pemerintah,” ujar Sultan dalam keterangannya, Rabu (28/10/2026).

Korps Konservasi Sipil atau Civilian Conservation Corps merupakan gagasan yang terinspirasi dari program penghijauan di Amerika Serikat pada era Presiden Franklin D. Roosevelt. Program tersebut kala itu bertujuan membantu mengatasi pengangguran sekaligus mendukung konservasi lingkungan.

“Saya kira Pemerintah melalui Kementerian dan Badan terkait membutuhkan SDM dalam melindungi dan mengembalikan tutupan hutan. Jumlah Anak Muda Indonesia yang demikian besar perlu diarahkan pada agenda Konservasi dan rehabilitasi hutan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Sultan menyoroti ancaman perubahan iklim yang dihadapi Indonesia, yang berpotensi berdampak pada krisis pangan dan air. Oleh karena itu, penguatan sumber daya manusia dalam upaya konservasi menjadi krusial untuk meningkatkan ketahanan lingkungan. “Fenomena El Nino yang melanda Indonesia telah menyebabkan karhutla juga dampak sosial ekonomi yang serius bagi masyarakat di daerah. Kami berharap dengan SDM yang memadai, agenda konservasi dan rehabilitasi hutan mampu meningkatkan daya tarik pasar carbon Indonesia di mata dunia,” tutupnya.

Tinggalkan komentar