Anakan Lutung Kelabu Ditemukan Stres di Pinggir Jalan Prabumulih

PRABUMULIH – Warga di Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, menemukan seekor anakan lutung kelabu (Trachypithecus cristatus) di pinggir jalan. Primata yang dilindungi ini diduga terpisah dari induk dan kelompoknya.

Anakan lutung kelabu tersebut kini telah dievakuasi oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

“Satu individu anakan lutung kelabu (Trachypithecus cristatus) dievakuasi oleh petugas BKSDA Sumsel Kementerian Kehutanan setelah ditemukan warga Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih, tanpa indukan maupun kelompoknya,” bunyi keterangan resmi BKSDA Sumsel.

Awalnya, seekor warga menemukan anakan lutung kelabu itu sendirian di pinggir jalan. Anakan tersebut kemudian dibawa ke rumah warga untuk perawatan sementara.

Setelah mencari informasi dan mengetahui status lutung kelabu sebagai satwa dilindungi, pelapor berinisiatif meminta bantuan melalui ketua RT hingga laporan diteruskan ke call center BKSDA Sumsel. Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas Seksi KSDA Wilayah II segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.

“Petugas melakukan pemeriksaan dan memberikan penanganan awal sesuai kondisi satwa. Langkah ini penting agar anakan lutung mendapatkan perawatan yang tepat, mengingat usianya masih sangat muda dan masih membutuhkan asupan susu,” ujar BKSDA.

Berdasarkan pemeriksaan petugas, anakan lutung tersebut berusia sekitar tiga bulan dan kondisi fisiknya baik. Meskipun demikian, BKSDA Sumsel Kemenhut menyatakan bahwa anakan lutung ini menunjukkan tanda-tanda stres akibat perubahan situasi dan lingkungan.

“Kabar baiknya, anakan lutung ini masih mau menyusu. Selama masa rehabilitasi, observasi lanjutan dan pemberian multivitamin akan dilakukan untuk mendukung kondisi serta proses adaptasinya. Pada usia semuda ini, setiap asupan dan perawatan perlu diperhatikan agar tumbuh kembangnya tetap terjaga,” kata BKSDA.

BKSDA Sumsel mengimbau masyarakat untuk turut serta menjaga kelestarian satwa liar. Jika menemukan kejadian serupa, masyarakat diimbau untuk segera melaporkannya kepada pihak BKSDA agar dapat ditangani dengan baik.

Tinggalkan komentar