Samarinda – Asky Rizal Toding, ajudan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud, telah menyampaikan permohonan maaf atas tindakannya menyenggol sejumlah mahasiswa yang sedang berdemonstrasi. Ia mengakui bahwa aksinya tersebut dilakukan secara spontan dan tanpa adanya instruksi dari pihak manapun.
Permohonan maaf ini disampaikan Asky melalui sebuah video klarifikasi yang diunggah. Dalam video tersebut, ia menyatakan penyesalannya atas sikap arogan yang ditunjukkannya saat mengawal Gubernur Rudy Mas’ud di halaman Masjid Nurul Mu’minin, Kompleks Pemprov Kaltim, Samarinda, pada Senin (19/10/2026) sekitar pukul 18.00 Wita.
“Saya Asky Rizal Toding, yang saat ini bertugas sebagai ajudan Bapak Gubernur Kalimantan Timur, secara tulus menyampaikan permohonan maaf kepada rekan-rekan mahasiswa dan warga masyarakat atas sikap arogan saya yang terjadi pada hari Senin, tanggal 19 Oktober 2026, sekira pukul 18.00 di halaman Masjid Nurul Mu’minin Pemprov Kaltim,” ujarnya dalam video klarifikasi.
Asky mengakui sepenuhnya bahwa tindakannya adalah sebuah kesalahan yang telah menimbulkan ketidaknyamanan. Ia juga menegaskan bahwa tidak ada pembenaran atas perbuatannya tersebut. “Saya menyadari bahwa tindakan saya tersebut adalah sebuah kesalahan dan telah menimbulkan ketidaknyamanan serta tidak ada pembenaran atas perbuatan saya,” tegasnya.
Lebih lanjut, Asky menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi murni karena spontanitas dan tanpa ada perintah atau instruksi dari pihak lain. Ia kembali menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya dan berjanji untuk tidak mengulangi perbuatan serupa di masa mendatang.