ABK Kapal Ikan Dianiaya dalam Tong Air Akibat Gagal Capai Target Tangkapan Cumi

Polisi berhasil mengungkap motif di balik penganiayaan terhadap anak buah kapal (ABK) di sebuah kapal ikan. Empat ABK menjadi korban penyiksaan dalam tong berisi air lantaran tidak berhasil mencapai target tangkapan cumi-cumi.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Alrasyidin Fajri menjelaskan, dugaan sementara korban dianiaya apabila target tangkapan komoditas laut, khususnya cumi-cumi, tidak tercapai. “Dugaan sementara korban memang dilakukan penganiayaan apabila tidak mencapai satu target untuk menangkap cumi-cumi maupun komoditi lainnya,” ujar Alrasyidin.

Keempat ABK yang menjadi korban adalah Ilham Shalahudin, Oktavian Makhreza, Syawal Suswono, dan Johan Saputra. Mereka rata-rata baru bekerja di kapal tersebut selama dua bulan. Target yang ditetapkan adalah minimal 3 kilogram hasil tangkapan. “Kalau tidak tercapai, maka akan dilakukan tindakan-tindakan tertentu. Tapi ini harus kita dapatkan bukti dan data yang faktual,” tambah Alrasyidin.

Untuk menutupi aksi kekerasan tersebut, para pelaku penganiayaan diduga berbohong kepada keluarga korban. Mereka menginformasikan bahwa salah satu ABK, Ilham, sakit beri-beri dan telah dirawat di Rumah Sakit Dobo, Kepulauan Aru. “Pada awal Agustus, pengurus kapal ini juga melakukan komunikasi dengan ibu korban atas nama Ilhash ini bahwa menyatakan, ‘Anak Ibu sakit beri-beri dan sudah dilakukan perawatan di Rumah Sakit Dobo di wilayah hukum Kepulauan Aru,'” kata Alrasyidin.

Namun, setelah dilakukan pendalaman, informasi tersebut ternyata tidak benar. “Dan setelah kita dalami juga, rupanya dugaan sementara informasi tersebut bahwa korban dilakukan perawatan dan lain-lain itu tidak dilakukan perawatan oleh oleh pengurus kapal,” imbuhnya.

Saat ini, fokus kepolisian adalah pemulihan kondisi para korban. Selain itu, polisi masih terus memburu terduga pelaku penganiayaan. Di kapal tersebut terdapat sekitar 14 orang ABK, namun belum dapat dipastikan siapa saja yang terlibat dalam aksi penganiayaan. “Dari ABK tersebut sekitar ada 14 orang ya, ada 14 orang. Tapi tentunya bisa jadi semuanya, bisa jadi beberapa, bisa jadi hanya satu, bisa jadi hanya dua, itu tentu tentunya harus kita temukan data faktual melalui pemeriksaan,” tuturnya.

Aksi penganiayaan ini terekam dalam video yang beredar di media sosial. Dalam rekaman tersebut, tampak seorang ABK terduduk di dalam tong berisi air. Ia kemudian diinjak bagian bawah tubuhnya, ditonjok, dan wajahnya disemprot air oleh pelaku lain. Terlihat pula seorang pria berbaju biru ikut memukul dan menarik baju korban.

Tinggalkan komentar