Jakarta – Pimpinan Pusat Pagar Nusa menjalin kerja sama dengan Dewan Pengacara Nasional (DPN) Indonesia untuk memberikan beasiswa Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) kepada 2.000 kadernya. Program ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan kader dalam memberikan advokasi hukum kepada masyarakat.
Penandatanganan nota kesepahaman antara kedua pihak dilaksanakan di Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jakarta pada Jumat (16/10/2026). Ketua Umum PP Pagar Nusa, Muchamad Nabil Haroen, menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan kado istimewa menjelang Hari Santri. Ia menekankan pentingnya pemahaman hukum bagi para pendekar Pagar Nusa agar dapat melindungi masyarakat melalui cara-cara yang beradab dan sesuai koridor hukum.
Nabil menambahkan bahwa tanggung jawab seorang pendekar tidak hanya sebatas kekuatan fisik, tetapi juga kemampuan untuk memahami hukum, menjernihkan persoalan, serta memperjuangkan hak masyarakat. Ia menyoroti perlunya pendampingan hukum bagi warga yang memiliki keterbatasan pengetahuan maupun biaya agar mereka mendapatkan kesempatan yang sama dalam memperoleh keadilan.
Presiden DPN Indonesia, Faizal Hafied, menyambut baik inisiatif ini. Ia melihat bahwa pengabdian Pagar Nusa dalam menjaga kiai, agama, dan bangsa dapat lebih optimal jika didukung dengan kemampuan memberikan perlindungan hukum. “Program beasiswa PKPA ini kami targetkan menjangkau 2.000 kader. Bagi kader yang terpilih dan menunjukkan prestasi terbaik, akan ada kesempatan untuk mendapatkan dukungan lanjutan hingga tahap Ujian Profesi Advokat (UPA), pengambilan sumpah advokat, dan penerbitan Berita Acara Sumpah (BAS),” ujar Faizal.
Dukungan lanjutan ini tidak otomatis diberikan kepada seluruh penerima beasiswa PKPA, melainkan diperuntukkan bagi peserta yang menunjukkan performa unggul. Dengan demikian, jalan menuju BAS akan terbuka lebar bagi para kader terpilih.
Sementara itu, Katib Syuriah PBNU KH Ahmad Sudrajat menyambut positif upaya penguatan kesadaran hukum di kalangan kader Pagar Nusa. Ia menilai kerja sama ini menjadi momentum penting untuk membekali kader Nahdlatul Ulama agar dapat memperluas jangkauan pengabdian mereka kepada masyarakat luas.
Acara penandatanganan nota kesepahaman turut dimeriahkan dengan peragaan jurus pencak silat. Dalam kesempatan tersebut, Nabil juga memperkenalkan Ketua Lembaga Advokasi dan Bantuan Hukum (LABH) PP Pagar Nusa, Dr. Ahmad Muzakka, S.H., M.H., yang kemudian memperagakan sejumlah gerakan jurus Pagar Nusa yang disambut antusias oleh para hadirin.