BOGOR – Sebanyak 102 siswa SMP Negeri 2 Cisarua, Bogor, Jawa Barat, telah diizinkan pulang setelah diduga mengalami keracunan pasca mengonsumsi menu makan bergizi gratis (MBG). Pemerintah Kabupaten Bogor melaporkan bahwa satu orang siswa masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor, Adang Mulyana, menyatakan bahwa kondisi siswa yang masih dirawat menunjukkan perbaikan signifikan. “Di RS (Rumah sakit) tinggal satu orang. Kondisi bagus, mudah-mudahan sore bisa pulang,” ujar Adang kepada wartawan pada Kamis (22/10/2026).
Sebelumnya, 103 siswa di sekolah tersebut mengalami gejala serupa setelah mengonsumsi menu MBG. Dugaan awal mengarah pada susu yang disajikan sebagai bagian dari menu tersebut. “Dugaan awal sementara karena susu. Mereka mengalami gejala setelah minum susu itu,” ungkap Kepala KPPG Bogor, Haidir, pada Rabu (21/10).
Menyikapi insiden ini, pihak berwenang memutuskan untuk menghentikan sementara operasi satuan pemenuhan pelayanan gizi (SPPG) selama 20 hari ke depan. “Untuk 20 hari ke depan, sambil dievaluasi dan menunggu hasil dari Labkesda, nanti mulai per hari ini sampai 20 hari ke depan dapurnya tidak akan beroperasi, suspend kategori sedang dalam 20 hari,” jelas Haidir.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan bahwa seluruh biaya pengobatan siswa yang terdampak akan ditanggung oleh pemerintah daerah. Pihaknya juga telah mengirimkan sampel makanan dan minuman yang dikonsumsi siswa untuk diuji laboratorium guna mengetahui kandungannya.