10.000 Ton Ban Bekas Ludes Terbakar di Mojokerto, Asap Hitam Mengepul 17 Jam

Mojokerto – Kebakaran hebat melanda fasilitas pengolahan ban bekas milik CV Laju Jaya Energi di Desa Domas, Kecamatan Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur. Insiden yang terjadi sejak Jumat malam (23/10/2026) ini meludeskan sekitar 10.000 ton ban bekas.

Kapolsek Trowulan, Kompol Gusti Ngurah Ketut, menyatakan bahwa luas area fasilitas pengolahan ban bekas tersebut mencapai 3 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 1,2 hektare tumpukan ban bekas telah terbakar hebat.

“Berdasarkan keterangan bagian administrasi, jumlah ban yang terbakar mencapai hampir 10.000 ton. Kerugian ditaksir mencapai Rp 2,5 miliar,” ujar Gusti kepada detikJatim, Jumat (23/10/2026).

Hingga siang hari, api masih belum berhasil dipadamkan sepenuhnya. Asap hitam pekat terus mengepul ke udara, menjadi polusi udara yang terlihat selama lebih dari 17 jam tanpa henti. Petugas memprediksi proses pemadaman total membutuhkan waktu beberapa hari.

“Paling tidak satu atau dua hari lagi, kemungkinan besok atau lusa. Karena ban ini meleleh dan luas area yang terbakar mencapai 1,2 hektare,” terang Gusti.

Saat ini, sebanyak 20 unit truk pemadam kebakaran (PMK) telah dikerahkan ke lokasi. Petugas juga menggunakan ekskavator untuk melokalisir api dengan membuat sekat pembatas setebal 10 hingga 15 meter antara area yang terbakar dengan tumpukan ban yang belum tersulut api.

“Jadi, api hanya menghabiskan area yang sudah terbakar sejak semalam. Setelah lelehannya habis, yang tersisa hanya rangka besi saja, kemungkinan baru selesai,” jelasnya.

Pantauan di lokasi pada Kamis (22/10/2026) malam, kobaran api terlihat sangat besar di area belakang pengolahan ban bekas, disertai asap hitam pekat yang membumbung tinggi ke angkasa. Panas api terasa hingga radius sekitar 50 meter.

Menurut Kapolsek Trowulan, api pertama kali diketahui oleh petugas keamanan (satpam) pengolahan ban bekas. Api yang awalnya kecil dengan cepat menjalar ke tumpukan ban bekas yang sangat banyak, hingga membesar dengan dahsyat.

“Untuk penyebab pasti, apakah dari puntung rokok atau pembakaran sampah, kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Mungkin juga karena cuaca panas yang ekstrem sehingga api cepat merambat,” pungkasnya.

Tinggalkan komentar