Ombudsman Jakarta Kunjungi Lapas Cipinang, Tinjau Layanan dari Napi hingga Pengunjung

JAKARTA – Asisten Perwakilan Ombudsman RI Jakarta Raya, Muhammad Fauzi, melakukan pengecekan terhadap kualitas layanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang, Jakarta Timur. Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Dengar Pendapat Ombudsman RI bersama Komisi II DPR RI.

“Kami ingin melihat kesesuaian antara standar pelayanan dengan praktik di lapangan,” ujar Fauzi dalam keterangan tertulisnya pada Jumat (23/10/2026). Kegiatan pengecekan tersebut dilaksanakan pada Rabu (21/10).

Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Syarpani, menyambut baik langkah Ombudsman. Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana evaluasi dan peningkatan kualitas pelayanan lembaganya. “Kami terbuka terhadap pengawasan dan masukan. Pelayanan yang baik tidak cukup hanya memenuhi prosedur, tetapi harus mudah diakses, transparan, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh Warga Binaan maupun masyarakat,” tanggap Syarpani.

Pengecekan ini berfokus pada lima aspek utama. Aspek pertama adalah manajemen kamar hunian. Kedua, pencegahan dan penanganan peredaran handphone, pungutan liar, dan narkoba (halinar). Ketiga, layanan pengaduan. Keempat, pemenuhan hak warga binaan. Terakhir adalah layanan kunjungan.

Fauzi secara langsung mewawancarai warga binaan dan masyarakat yang menjadi penerima layanan di Lapas Cipinang. “Keterangan warga binaan dan masyarakat menjadi bagian penting untuk mengetahui apa yang sudah berjalan baik dan apa yang masih perlu diperbaiki,” jelas Fauzi. Ia menegaskan bahwa pengawasan tidak hanya bertumpu pada kelengkapan administrasi, tetapi juga pada pengalaman nyata pengguna layanan.

Salah satu pengunjung, Siti Soleha, memberikan pandangannya terkait layanan. “Menurut saya pelayanannya sudah baik. Di sini juga tersedia area bermain anak, sehingga pengunjung yang membawa anak merasa lebih nyaman saat menunggu,” ungkap Siti.

Syarpani menambahkan, pengawasan oleh Ombudsman memperkuat komitmen lembaganya untuk memberikan pelayanan yang lebih terbuka, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Tinggalkan komentar