Zulhas Ajak Kolaborasi Jaga Lingkungan dari Hulu Sungai hingga Laut

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan atau Zulhas, menyerukan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, komunitas, akademisi, dunia usaha, dan mitra pembangunan untuk mencegah sampah mencemari pesisir dan laut. Ajakan ini disampaikan dalam rangkaian kegiatan di Bali, yang berfokus pada perlindungan sumber pangan dan keberlangsungan penghidupan masyarakat di tengah tantangan perubahan iklim.

Dalam acara Aksi Bersih Mangrove dan Kick-off Program Sungai Lestari di Bali, Zulhas menekankan bahwa mangrove merupakan aset strategis nasional yang vital untuk melindungi pesisir, keanekaragaman hayati, menopang ekonomi masyarakat, serta berperan dalam mitigasi perubahan iklim melalui penyerapan karbon.

“Mangrove adalah aset strategis nasional. Ekosistem ini melindungi pesisir dan keanekaragaman hayati, menopang ekonomi masyarakat, serta menyerap dan menyimpan karbon untuk mitigasi perubahan iklim,” ujar Zulhas dalam keterangan tertulisnya, Jumat (16/10/2026). Ia menambahkan bahwa upaya menjaga mangrove harus lebih dari sekadar bersih-bersih, melainkan harus mencakup pencegahan kebocoran sampah plastik sejak dari sumbernya, termasuk yang terbawa melalui sungai menuju laut.

Zulhas menegaskan bahwa menjaga mangrove tidak bisa dilakukan secara terpisah. Pencegahan sampah di darat dan sungai harus berjalan seiring dengan perlindungan ekosistem pesisir dari hulu hingga hilir. Pendekatan komprehensif ini krusial untuk menjaga sumber daya alam yang menopang perikanan, ekonomi masyarakat pesisir, dan ketahanan pangan.

Bersama United Nations Development Programme (UNDP), Zulhas secara resmi meluncurkan Program Sungai Lestari di Denpasar dan Badung. Program ini akan menyasar lima kabupaten/kota di Indonesia dengan tujuan utama menekan angka kebocoran sampah dari sungai ke laut, sekaligus mendorong peningkatan kesadaran dan perubahan perilaku masyarakat.

Pentingnya laut sebagai lumbung pangan masa depan juga menjadi sorotan Zulhas saat Gala Dinner Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) XXII Ikatan Sarjana Oseanologi Indonesia (ISOI). Ia menyampaikan bahwa laut yang sehat adalah kunci ketahanan pangan Indonesia di masa depan, dan ilmu pengetahuan menjadi panduan untuk pengelolaan yang bijak, adil, dan berkelanjutan.

“Laut yang sehat adalah lumbung pangan masa depan Indonesia, dan ilmu pengetahuan adalah kompas agar kita mengelolanya dengan bijak, adil, dan berkelanjutan,” ucap Zulhas.

Setelah Indonesia mencapai target swasembada beras, fokus penguatan ketahanan pangan nasional kini diarahkan pada pemenuhan kebutuhan protein, terutama dari sumber daya laut seperti ikan, udang, dan rumput laut. Potensi rumput laut Indonesia sebagai produsen terbesar dunia perlu dikembangkan melalui hilirisasi untuk berbagai produk, mulai dari pupuk organik hingga pangan sehat, bioetanol, dan biodiesel. Penelitian dan pengembangan yang terintegrasi, termasuk kolaborasi dengan ISOI, sangat diperlukan untuk memberikan nilai tambah.

Selain itu, Indonesia memiliki potensi karbon biru yang besar dari mangrove dan padang lamun. Pelestarian ekosistem ini penting untuk menjaga kesehatan laut sekaligus mendukung ketersediaan pangan bagi generasi mendatang.

“Menjaga mangrove, lamun, dan terumbu karang pada hakikatnya adalah menjaga dapur bangsa. Masa depan pangan Indonesia tidak hanya ditanam di sawah dan ladang, tetapi juga dibudidayakan, dipanen, dan dijaga di laut kita,” kata Zulhas.

Pengembangan ekonomi biru juga ditekankan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Pemerintah menargetkan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai simpul ekonomi masyarakat dari hulu hingga hilir. Ilmu pengetahuan dan inovasi kelautan diharapkan dapat meningkatkan mutu hasil perikanan, menciptakan nilai tambah, serta memperkuat ekonomi masyarakat tanpa mengorbankan kesehatan ekosistem laut.

Zulhas menyampaikan selamat kepada para penerima penghargaan Peneliti Kelautan Terbaik dalam rangkaian PIT XXII ISOI, dan berharap hasil penelitian dapat lebih mudah dipahami, diterapkan, serta membuka peluang investasi yang mendukung pembangunan berkelanjutan. Melalui berbagai inisiatif ini, pemerintah mendorong kolaborasi untuk menjaga lingkungan dan mengoptimalkan potensi sumber daya kelautan demi Bali yang lebih bersih, ekonomi biru yang kuat, serta ketahanan pangan yang kokoh.

Tinggalkan komentar