Deli Serdang – Warga di kawasan Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Sumatera Utara, menyambut positif dan mendukung penuh langkah tegas aparat gabungan Polri, BNN, dan TNI yang melakukan penggerebekan sarang narkoba pada Minggu (11/10). Operasi ini telah lama dinantikan oleh masyarakat yang merasa resah dengan keberadaan narkoba di lingkungan mereka.
Salah seorang warga, Usman, menyatakan dukungannya dengan penuh semangat. “Cocok, Pak, mainkan teros. Lanjutkan teros,” ujarnya, seperti terekam dalam video yang diterima wartawan, Senin (12/10/2026). Usman menambahkan bahwa warga selama ini hidup dalam ketakutan, bahkan kerap mendapatkan ancaman pembakaran dari para pelaku jika berani melarang peredaran narkoba.
“Ah marahlah awak, bukan mara apanya, orang kayak ginilah (yang buat marah). Gimana lah pak, dilarang, kami yang mau dibakar pak, dimusuhi,” ungkap Usman, menggambarkan keresahan yang dialami.
Melihat kehadiran aparat gabungan, Usman berharap operasi pembersihan dilakukan secara total. “Betulah pak, terus lah pak, betul. Biar jangan kek gini lagi, habisin terus, jangan tanggung tanggung lah. Hancur anak-anak muda nanti kalau kek gini terus,” tuturnya, menekankan pentingnya pemberantasan menyeluruh.
Dukungan serupa datang dari warga lainnya, Elvita Simanjuntak, yang mengeluhkan dampak negatif sarang narkoba terhadap masa depan anak-anak di lingkungannya. “Sangat meresahkan anak-anak warga di sini, karena sarang narkoba di sini terlalu banyak kali,” keluhnya.
Elvita juga menyoroti bahwa para pelaku narkoba tidak menunjukkan efek jera meskipun pernah ada tindakan dari aparat. “Kemarin udah ditindak, nggak ada juga jera-jeranya, diulangi lagi pak. Anak sekolah pun jadi hancur,” katanya. Meskipun demikian, ia menyampaikan terima kasih atas gerak cepat aparat kepolisian dan tim gabungan yang telah menyisir titik rawan peredaran narkoba, termasuk di area pasar belakang. “Kami sangat berterima kasih karena petugas kepolisian di basmi di pasar belakang ini. Kalau bisa semua sarang narkoba di sini segera dibasmi,” harapnya.
Yeno Pranoto juga turut mengapresiasi upaya Polri dalam memberantas narkoba demi mengembalikan ketenteraman kampungnya. “Saya sangat berterima kasih atas dukungan Polri memberantas narkoba di kampung ini,” ujarnya. Yeno berharap operasi penindakan ini dapat memberikan dampak jangka panjang sehingga kawasan permukiman mereka benar-benar terbebas dari narkotika. “Harapannya semoga semua bersih lah dari narkoba di daerah sini,” pungkasnya.
Penggerebekan di kawasan Percut Sei Tuan ini merupakan bagian dari operasi serentak yang dilakukan di sembilan titik kawasan rawan narkoba di wilayah Sumatera Utara. Dalam operasi tersebut, tim gabungan berhasil mengamankan puluhan orang terduga pelaku beserta barang bukti narkotika dan arena perjudian. Petugas menyita 52 unit alat isap sabu (bong), 25 korek api, senjata tajam, 8 lembar uang palsu, serta barang bukti lainnya.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Kristian Parluhutan Siagian, memimpin langsung operasi ini. Ia menyatakan bahwa razia ini adalah kelanjutan dari operasi pemberantasan narkoba yang digencarkan secara masif di berbagai daerah di Indonesia. “Presiden Prabowo dan Kapolri kita ketahui sangat concern terhadap penanggulangan dan pemberantasan narkoba. Sesuai asta cita presiden dan program prioritas Kapolri, Ini merupakan operasi lanjutan pemberantasan narkoba ke titik titik rawan yang ditengarai menjadi sarang narkoba di seluruh Indonesia,” kata Brigjen Kristian Parluhutan Siagian.