JAKARTA – Pengamat kepolisian Poengky Indarti mengapresiasi visi ‘Polisi Bersama Masyarakat’ yang diusung oleh Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto. Menurutnya, visi tersebut menjadi pengingat penting bagi seluruh personel kepolisian mengenai tugas utama mereka.
“Itu bagus sekali untuk mengingatkan anggota bahwa mereka ada karena ditugaskan untuk melayani, mengayomi, melindungi masyarakat, dan menegakkan hukum guna mewujudkan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas),” ujar Poengky mengutip Antara, Selasa (6/10/2026).
Poengky menekankan bahwa sebagai pengayom, seluruh anggota Polri harus senantiasa menunjukkan sisi humanis dan tidak menyakiti masyarakat. “Jangan sampai anggota Polri menyakiti dan meninggalkan masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, mantan anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) ini berharap jajaran Polri di bawah kepemimpinan Jenderal Suyudi dapat merespons keluhan masyarakat dengan cepat. Ia menyoroti maraknya kejahatan konvensional, transnasional, dan siber yang sangat meresahkan.
“Semua masalah tersebut harus diatasi dengan cepat agar masyarakat segera mendapatkan perlindungan dan keadilan. Jangan sampai masyarakat menunggu hingga terjadi ‘no viral no justice’,” katanya.
Diketahui, visi ‘Polisi Bersama Masyarakat’ diusung Jenderal Suyudi sebagai doktrin kepemimpinan dan arah transformasi Polri. Saat menjalani uji kelayakan di Komisi III DPR RI, Kamis (1/10), Suyudi menyatakan bahwa doktrin ini menempatkan masyarakat sebagai pusat orientasi tugas kepolisian.
Ia bertekad melanjutkan pembenahan Polri dengan keberanian melihat kekurangan institusi secara jernih, sekaligus menjaga dan memperluas capaian yang telah dibangun para pendahulunya. “Sekaligus menjaga dan memperluas capaian yang telah dibangun para pendahulu,” kata Suyudi.