Tragedi Hujan Es Raksasa di India Tewaskan Ratusan Jiwa pada 1888

India pernah mengalami peristiwa alam luar biasa pada tahun 1888 ketika hujan badai es yang sangat dahsyat menghantam wilayahnya, menyebabkan ratusan korban jiwa.

Badai hujan es yang terjadi pada 30 April 1888 di Moradabad, India, ini tercatat sebagai salah satu bencana hujan es paling mematikan dalam sejarah. Peristiwa ini didokumentasikan secara rinci oleh J.S. MacIntosh dan diterbitkan oleh John Eliot, yang kemudian menjadi Direktur Jenderal pertama India Meteorological Department.

Menurut laporan yang ada, ukuran batu es yang jatuh sangat bervariasi, mulai dari sebesar telur angsa, buah jeruk, hingga bola kriket. Hujan es ini turun dengan kekuatan luar biasa, meninggalkan tumpukan endapan es setinggi satu hingga dua kaki atau lebih di beberapa area.

Dampak kerusakan akibat hujan es ini sangat parah, terkonsentrasi di area seluas enam hingga tujuh mil di sekitar Moradabad. Laporan kepolisian mencatat kematian sekitar 1.600 ekor hewan ternak, termasuk sapi, domba, dan kambing. Meskipun demikian, tidak ada warga Eropa yang dilaporkan tewas dalam kejadian ini.

Bencana ini mencatatkan jumlah korban jiwa terbesar akibat hujan es dalam catatan sejarah, dengan total 246 orang tewas. Sebanyak 230 orang meninggal di Moradabad dan 16 orang lainnya di Bareilly. Sebagian besar korban tewas karena tertimpa langsung oleh batu es saat berada di tempat terbuka tanpa perlindungan memadai, termasuk beberapa rombongan pernikahan di dekat tepi sungai yang seluruhnya menjadi korban.

Tinggalkan komentar