TPA Cipayung Depok Longsor Akibat Kelebihan Kapasitas, DLHK Kerahkan Alat Berat Tambahan

JAKARTA – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Cipayung, Depok, mengalami musibah longsor yang disebabkan oleh kondisi kelebihan kapasitas atau overload. Menanggapi situasi tersebut, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok segera mengambil langkah penanganan dengan menambah unit alat berat.

Kepala DLHK Kota Depok, Reni Siti Nuraeni, menjelaskan bahwa longsor tersebut menyebabkan penyempitan area manuver alat berat, sehingga sedikit menghambat proses penanganan. “Saat ini terjadi penyempitan area manuver di TPA Cipayung, tapi sudah kami tangani walaupun belum maksimal,” ujar Reni, seperti dikutip dari situs Pemkot Depok, Jumat (2/10).

Menurut Reni, penyebab utama longsor di area TPA adalah daya tampung TPA Cipayung yang sudah melebihi kapasitas idealnya. Selain itu, keterbatasan alat berat yang tersedia sebelumnya juga turut berkontribusi pada kesulitan penanganan.

Untuk mengatasi kendala tersebut, DLHK telah mendatangkan tambahan alat berat yang terdiri dari satu unit buldoser dan empat unit ekskavator. “Harapannya dengan penambahan alat berat ini dapat mendukung proses penanganan dan penataan area manuver di TPA Cipayung,” tambahnya.

Lebih lanjut, Reni mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Depok untuk mulai melakukan pemilahan sampah dari rumah masing-masing. Sampah organik disarankan untuk diolah menjadi kompos atau pakan maggot, sementara sampah anorganik dapat diserahkan ke bank sampah setempat untuk mendapatkan nilai guna dan ekonomi.

“Pemilahan sampah dari sumber diharapkan dapat mengurangi beban TPA Cipayung, jadi sampah yang masuk ke hanya sampah residu karena dapat memperpanjang usia TPA Cipayung dan tidak memiliki nilai ekonomis,” tutupnya.

Tinggalkan komentar