Bangladesh tercatat sebagai salah satu negara di Asia yang sangat rentan terhadap bencana tornado. Salah satu peristiwa paling tragis terjadi pada tahun 1989 ketika negara tersebut dilanda tornado yang sangat dahsyat.
Berdasarkan data World Meteorological Organization (WMO), tornado yang menerjang Distrik Manikganj pada 26 April 1989 ini merupakan tornado paling mematikan dalam sejarah dunia. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 18.30 waktu setempat, ketika angin bibit tornado mulai terbentuk dan berkembang menjadi badai yang luar biasa kuat.
Badai tersebut awalnya bergerak ke arah timur sebelum berbelok ke utara dan akhirnya mereda. Tornado ini diperkirakan memiliki intensitas F3.5 pada skala Fujita, dengan kecepatan angin mencapai 338 hingga 418 km/jam. Jalur yang dilalui badai ini mencapai lebar 1 mil dan berdampak pada area seluas 150 km².
Kedahsyatan tornado tersebut begitu parah hingga mampu meratakan Kota Saturia dan Manikganj Sadar di Bangladesh. Estimasi resmi yang diakui WMO mencatat sekitar 1.300 orang tewas akibat peristiwa ini. Selain itu, lebih dari 12.000 orang dilaporkan mengalami luka-luka, dan sekitar 80.000 orang kehilangan tempat tinggal.
Para peneliti menjelaskan bahwa kerentanan Bangladesh terhadap bencana tornado disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk jumlah penduduk yang padat. Peristiwa ini terjadi pada era pasca-1985, di mana beberapa tornado kuat di wilayah Bengal mulai tercatat muncul di luar periode puncak musim, yaitu awal hingga pertengahan April.