TANGERANG SELATAN – Momen tragis kecelakaan maut yang merenggut nyawa dua remaja di kawasan Alam Sutera, Serpong Utara, Tangerang Selatan (Tangsel), terekam kamera CCTV. Peristiwa nahas itu terjadi ketika kedua korban berupaya keras menghindari kejaran sekelompok pelajar yang membawa senjata tajam.
Rekaman CCTV memperlihatkan empat sepeda motor melaju kencang di sisi kiri jalan. Dua unit motor terdepan melesat, disusul motor kedua korban yang tampak dikejar oleh satu motor lain di belakangnya. Pengendara motor pengejar terlihat memegang senjata tajam berukuran besar yang sempat diayunkan ke arah korban sebelum motor mereka menghantam trotoar.
Akibat benturan keras, kedua korban terlempar ke trotoar. Sementara satu orang yang membonceng bersama kedua korban dilaporkan masih bisa bangkit setelah motor terjatuh dan terseret. Kelompok pelajar yang mengejar, yang terdiri dari tiga orang berboncengan, langsung tancap gas meninggalkan lokasi setelah korban terjatuh. Dalam rekaman CCTV, terlihat jelas senjata tajam jenis samurai dipegang oleh ketiga pelajar tersebut.
Kronologi Kejadian
Dua pelajar ditemukan tewas di trotoar Jalan Alam Sutera, Jumat (9/10) sekitar pukul 17.00 WIB, akibat kecelakaan saat melarikan diri dari kejaran kelompok pelajar lain yang membawa senjata tajam. Menurut keterangan, kedua korban bersama teman-temannya baru saja selesai mendukung pertandingan futsal di sekitar SPBU Pertamina Alam Sutera.
“Pada saat bersamaan, kelompok pelajar lain yang diketahui berasal dari SMK Yadika 4 Ciledug datang dari arah Graha Raya. Kelompok tersebut diduga membawa senjata tajam,” terang Kasie Humas Polres Tangsel, Iptu Wahyuni, pada Sabtu (10/10).
Menghadapi situasi tersebut, kedua korban dan teman-temannya berusaha menyelamatkan diri dengan mengendarai sepeda motor menuju Sport Center Alam Sutera. Dalam pelarian tersebut, mereka diduga dikejar hingga ke Jalan Sutera Utama, tepatnya di seberang pintu masuk Sekolah Laurensia.
“Dua pelajar yang berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Scoopy berwarna merah kemudian terjatuh setelah menabrak pembatas jalan dan membentur tiang listrik di pinggir jalan,” jelas Wahyuni.
Insiden ini menyebabkan kedua pelajar meninggal dunia di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Satu orang pelajar lain yang bersama mereka berhasil menyelamatkan diri ke pos keamanan Alam Sutera.
Pemeriksaan Korban
Tim Inafis Polres Tangerang Selatan dan pihak RSUD Kabupaten Tangerang telah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kedua korban. “Berdasarkan hasil pemeriksaan luar terhadap kedua korban di RSUD Kabupaten Tangerang, tidak ditemukan luka bekas sabetan senjata tajam maupun luka tusuk. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya luka memar dan lecet di sejumlah bagian tubuh, termasuk wajah dan dahi, yang diduga akibat benturan dengan benda keras,” ujar Wahyuni.
Tiga Pelajar Pembawa Senjata Tajam Ditangkap
Berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan lokasi, Unit Reskrim Polsek Serpong berhasil menangkap tiga pelajar yang diduga membawa senjata tajam. Ketiga pelajar dari SMK di Ciledug tersebut berstatus sebagai anak berhadapan dengan hukum (ABH).
“Satu pelajar diamankan di lokasi kejadian, sedangkan dua lainnya diamankan di kediaman masing-masing,” jelas Wahyuni. Polisi turut menyita barang bukti berupa satu bilah celurit besar berwarna merah, satu bilah arit, dan satu bilah golok, serta barang bukti lainnya termasuk satu unit sepeda motor.
“Saat ini, dugaan tindak pidana terkait kepemilikan senjata tajam tersebut ditangani lebih lanjut oleh Polsek Serpong sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dengan memperhatikan ketentuan perlindungan identitas anak yang berhadapan dengan hukum,” ungkap Wahyuni.
Sementara itu, penanganan kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan dua pelajar meninggal dunia masih ditangani oleh Unit Kecelakaan Lalu Lintas Satlantas Polres Tangerang Selatan.
Pihak kepolisian masih mendalami rangkaian kejadian untuk mendapatkan gambaran peristiwa yang utuh, termasuk dugaan pengejaran dan keterkaitan kelompok yang membawa senjata tajam dengan kecelakaan yang terjadi. Masyarakat yang memiliki informasi terkait peristiwa ini diimbau untuk segera menyampaikannya kepada pihak kepolisian atau melalui layanan Kepolisian 110. Kepolisian juga mengajak orang tua, pihak sekolah, dan masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak dan remaja serta memperkuat komunikasi dan pembinaan guna mencegah keterlibatan pelajar dalam aksi yang berpotensi membahayakan keselamatan.