Tiga Peneliti ParagonCorp Borong Penghargaan di SICS Summit 2026

Tangerang – Tiga dari 13 peneliti yang tergabung dalam Research and Development ParagonCorp berhasil meraih penghargaan dalam ajang SICS Summit 2026 yang diselenggarakan di ICE BSD, Tangerang. Penghargaan ini diberikan atas kontribusi mereka dalam penelitian inovatif di bidang perawatan kulit dan rambut.

Nur Huda Arif Indiarto dinobatkan sebagai Juara 1 Poster Presentation, sementara Nurani Istiqomah dan Shania Rizki Ivany masing-masing meraih Juara 1 dan Juara 2 Oral Presentation. Ketiga peneliti ini merupakan bagian dari tim yang berdedikasi dalam mengembangkan solusi perawatan personal.

Fokus penelitian mereka mencakup tiga isu krusial yang dihadapi konsumen dalam perawatan kulit dan rambut. Nur Huda mengeksplorasi efektivitas multi-active body cleanser yang mengandung bamboo, peppermint, PHA, dan niacinamide dalam mengatasi masalah back-acne (jerawat punggung), sekaligus memberikan efek relaksasi sensori. Penelitiannya berjudul ‘Clinical Evaluation of a Multi-Active Body Cleanser with Bamboo, Peppermint, PHA, and Niacinamide for Back-Acne Reduction and Sensory Relaxation’ berangkat dari minimnya perhatian pada kulit tubuh dibandingkan wajah.

“Bagi saya sebagai peneliti, menarik untuk melihat bagaimana persoalan yang dekat dengan keseharian dapat diterjemahkan menjadi pertanyaan ilmiah, kemudian dipelajari melalui pendekatan klinis untuk mendapatkan pemahaman yang lebih terukur,” ujar Nur Huda.

Sementara itu, Shania Rizki Ivany mengangkat isu ketombe pada pengguna hijab melalui penelitiannya, ‘Managing Dandruff Under Hijab-Wearing Conditions: Clinical and Antimicrobial Evaluation of a Piroctone Olamine-Botanical Amino Acid-Based Shampoo’. Penelitian ini mengevaluasi formula sampo berbasis piroctone olamine dan botanical amino acid dengan pendekatan klinis dan antimikroba untuk mengatasi ketombe pada kondisi spesifik tersebut.

“Sebagai peneliti, kami mencoba melihat kebutuhan pengguna bukan hanya dari apa yang terlihat, tetapi juga memahami konteks di baliknya. Kondisi berhijab menjadi salah satu konteks yang menarik untuk dipelajari secara ilmiah agar kami dapat terus memperluas pemahaman mengenai kebutuhan kulit kepala dan bagaimana pendekatan perawatan dapat dikembangkan secara lebih relevan,” ucap Shania.

Nurani Istiqomah memilih untuk meneliti pemulihan kulit pasca-prosedur dermatologis, seperti picosecond laser dan chemical peeling. Melalui penelitian berjudul ‘Clinical Evaluation of a Post-Procedural Soothing Moisturizer in Supporting Skin Recovery Following Picosecond Laser and Chemical Peeling Treatments’, ia mengevaluasi peran pelembap yang menenangkan dalam mendukung proses regenerasi kulit.

“Penelitian ini berangkat dari keinginan untuk memahami kebutuhan kulit setelah prosedur dermatologis. Melalui evaluasi klinis, kami mempelajari bagaimana pelembap yang menenangkan dapat mendukung proses pemulihan kulit setelah tindakan seperti picosecond laser dan chemical peeling,” tutur Nurani.

Keikutsertaan 13 peneliti ParagonCorp dalam SICS Summit 2026 menunjukkan komitmen perusahaan dalam pengembangan riset dan inovasi. Deputy CEO and Chief R&D Officer ParagonCorp, dr. Sari Chairunnisa, menekankan pentingnya forum ilmiah sebagai sarana pertukaran pengetahuan dan peningkatan kapabilitas riset.

“Bagi kami, forum seperti SICS Summit bukan hanya tentang mempresentasikan hasil penelitian, tetapi juga tentang bagaimana para peneliti terus belajar, bertukar perspektif, dan membangun jejaring dengan komunitas ilmiah,” pungkas dr. Sari Chairunnisa. Forum yang diselenggarakan oleh Society of Indonesian Cosmetic Scientists (SICS) ini menjadi wadah penting bagi para profesional di industri kosmetik untuk berdiskusi dan berbagi temuan ilmiah terkini.

Tinggalkan komentar