Tiga kampung di wilayah Jakarta, yaitu Kampung Bahari, Kampung Ambon, dan Boncos, ditetapkan sebagai area prioritas dalam upaya pemberantasan narkoba oleh Kapolda Metro Jaya Komjen Dadang Hartanto. Keputusan ini diambil berdasarkan pertimbangan strategis agar penanganan di titik-titik tersebut dapat memberikan dampak luas.
Komjen Dadang Hartanto menjelaskan bahwa pemilihan ketiga kampung ini didasarkan pada analisis sistemik. “Kenapa dipilih tiga kampung ini? Karena memang kampung ini kalau kita berpikir sistemik, Pak Menteri, ini ada titik pengungkitnya, leverage point-nya, Pak, di sini. Kalau kita sentuh di kampung ini, maka akan berdampak kepada wilayah-wilayah lain,” ujar Dadang di Kampung Ambon, Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (24/10/2026).
Menurut Dadang, penanganan di ketiga lokasi ini dianggap sebagai studi kasus fundamental untuk mengatasi permasalahan narkoba dari akar rumput. Ia menekankan pentingnya pendekatan yang tidak hanya menyentuh permukaan, tetapi juga menyelesaikan masalah dari dasarnya. Oleh karena itu, ia menginstruksikan jajarannya untuk mengawal program perbaikan rumah di ketiga kampung tersebut.
“Dan tentu pada pelaksanaan implementasi nantinya, saya meminta kepada jajaran kepolisian, Pak Kapolres, ya, tolong dikawal, kita sama-sama mengawal program ini. Kita catat data capaian, nanti kita bikin masukan kepada Bapak Menteri, ya. Karena kita hari-hari di lapangan ini, data ini kita masukkan, apakah benar-benar menyentuh. Nanti feedback-feedback itu akan dilakukan perbaikan-perbaikan,” jelasnya.
Kapolda juga memohon dukungan dari seluruh masyarakat untuk mewujudkan penyelesaian masalah narkoba secara komprehensif. Ia menegaskan komitmen penegakan hukum yang tegas sesuai arahan Kapolri Jenderal Suyudi Ario, yang menekankan pendekatan ‘gaspol’ dalam pemberantasan narkoba. “Pak Kapolri menyampaikan jelas bahwa penegakan hukum itu tidak ada pilihan, harus gaspol, ya. Tindak tegas, ya, seluruh anggota saya minta tidak ada toleransi itu, tindak tegas,” tegasnya.
Lebih lanjut, Dadang memberikan peringatan keras kepada seluruh jajarannya. Ia menyatakan bahwa setiap anggota kepolisian yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba akan berhadapan langsung dengannya. “Jadi para pelaku narkoba, mulai dari bandar besar, bandar kecil, pengedar, pengecer, sudahlah, jangan bermain di Indonesia, khususnya di Jakarta, pasti berhadapan dengan saya. Ya. Termasuk anggota, ya, anggota yang bermain-main masalah narkoba pasti berhadapan dengan saya,” pungkasnya.