Aksi tawuran kembali membara di kawasan Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, pada akhir pekan lalu, Minggu (18/10/2026). Peristiwa ini dipicu oleh provokasi petasan yang berujung pada pembakaran salah satu warung milik warga dan penjarahan konter pulsa.
Tawuran terjadi dalam tiga gelombang, berlangsung sejak dini hari hingga pagi dan menjelang waktu Magrib. Selain warung yang dibakar, konter pulsa warga juga menjadi sasaran amuk massa. Sejumlah kartu dan barang dagangan dilaporkan hilang dijarah para pelaku.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyayangkan insiden ini terus berulang. Padahal, pemerintah sebelumnya telah membangun fasilitas publik untuk kegiatan olahraga di lokasi tersebut sesuai permintaan warga, yang didanai dari program Corporate Social Responsibility (CSR).
Pihak kepolisian dari Polres Metro Jakarta Selatan dan Polsek Tebet bergerak cepat ke lokasi. Sebanyak enam orang pelaku berhasil diamankan tak lama setelah kejadian. Selain penindakan hukum, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menyepakati pembentukan posko bersama untuk mencegah terulangnya aksi serupa.
Warung Dibakar dan Konter Pulsa Dijarah
Insiden tawuran pada Minggu (18/10) itu menyebabkan sebuah warung dirusak dan dibakar. Beberapa unit motor juga mengalami perusakan. Konter pulsa milik warga tidak luput dari penjarahan oleh kelompok tawuran, menimbulkan kerugian jutaan rupiah bagi pedagang.
Salah satu pedagang, Dimas, menceritakan bahwa ia sudah bersiap melakukan penjagaan untuk mengantisipasi aksi penjarahan. Ia sempat hendak menutup konternya karena melihat tanda-tanda penjarahan mulai terjadi. “Kita lagi ngumpul di dalam buat penjagaan biar nggak masuk gitu. Soalnya kan udah mulai penjarahan, suka mengambil barang gitu,” kata Dimas.
Dimas menambahkan, para pelaku tiba-tiba sudah berada di depan konter. Mereka memecahkan kaca etalase dan mengambil stoples berisi barang dagangan serta sebagian kartu yang berada di bagian depan konter. “Nggak ada omongan. Dia udah di depan, tiba-tiba udah di depan konter. Pecahin kaca, ngambil stoples yang ada di sini sama kartu-kartu sebagian ada yang hilang,” jelasnya.
Akibat kejadian tersebut, kaca etalase konter pecah. Sekitar empat stoples berisi pengisi daya atau charger dilaporkan hilang bersama sejumlah kartu. “Total kerugiannya sama etalase kita yang pecah sih kisaran Rp 2 jutalah. Rp 2 juta ke atas ada,” ucap Dimas, seraya menambahkan bahwa para pelaku tidak sampai masuk ke dalam konter, hanya mengambil barang dari bagian depan.
Enam Orang Diamankan Polisi
Menanggapi kejadian tersebut, Polres Metro Jakarta Selatan dan Polsek Tebet segera mendatangi lokasi. Sebanyak enam orang berhasil diamankan pasca-kejadian. Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes I Putu Yuni Setiawan menyatakan bahwa kericuhan tidak berlangsung lama berkat respons cepat aparat kepolisian, TNI, dan Satpol PP yang mendatangi lokasi.
Tidak ada korban luka maupun jiwa dalam insiden ini. Arus lalu lintas dua arah pasca-tawuran juga dilaporkan kondusif. “Sementara baru enam orang, itu masih diamankan, nanti akan kita dalami,” ujar Kombes Putu Yuni.
Tawuran Dipicu Provokasi Petasan
Kombes Pol Putu Yuni menjelaskan bahwa tawuran berawal dari provokasi yang dilakukan oleh beberapa kelompok pemuda yang menggunakan petasan. Ia menyebutkan sempat terjadi kericuhan, namun respons cepat dari kepolisian berhasil membubarkan massa dan menghentikan tawuran. “Saat ini juga tengah dilaksanakan tindak lanjut dari kegiatan ini. Sehingga, kita harapkan ke depan tidak terjadi lagi kejadian-kejadian seperti ini,” ucapnya.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung juga menyinggung pemicu tawuran tersebut. Menurut Pramono, pemicu utama adalah provokasi saling lempar dan penggunaan petasan yang kemudian berlanjut pada aksi pembakaran. “Yang pertama untuk tawuran, kebetulan begitu tawuran terjadi memang ini saling memprovokasi dua kelompok pemuda, kemudian bakar-bakar petasan dan sebagainya, sehingga kemudian terjadi tawuran,” ujar Pramono.
Posko Bersama di Lokasi Tawuran
Menyoroti aksi tawuran yang berulang, Gubernur Pramono Anung menegaskan pihaknya menyiapkan langkah-langkah pencegahan. Pemprov DKI Jakarta bersama jajaran TNI, kepolisian, dan pemuda setempat telah sepakat untuk mendirikan posko bersama. “Dan untuk itu kemarin, baik dari kepolisian, dari TNI, dari Pemerintah Daerah DKI Jakarta, akhirnya bersepakat bersama para pemuda yang ada untuk mendirikan posko bersama,” kata Pramono.
Pramono menambahkan, posko bersama ini diharapkan dapat menjadi antisipasi untuk menahan terjadinya tawuran di wilayah tersebut. Ia juga memastikan aparat kepolisian, TNI, dan Wali Kota Jakarta Selatan langsung turun ke lapangan saat tawuran terjadi, serta terus berkoordinasi untuk penanganan kejadian ini.