JAKARTA – Pemerintah Kota Surabaya berhasil meraih penghargaan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Award 2026 sebagai yang terbaik untuk kategori tingkat kota wilayah Jawa-Bali. Penghargaan ini diberikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai apresiasi atas keberhasilan pemkot dalam memperluas akses layanan keuangan dan meningkatkan perekonomian daerah.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dalam Rapat Koordinasi Nasional TPAKD 2026 di Jakarta, Kamis (22/10). Acara ini dihadiri oleh Presiden RI Prabowo Subianto, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, serta Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi.
Wali Kota Eri Cahyadi menuturkan bahwa prestasi ini merupakan hasil kolaborasi erat antara pemerintah kota dan berbagai pihak di sektor keuangan. “Dalam TPAKD Award kemarin, alhamdulillah untuk Jawa-Bali, Kota Surabaya mendapatkan yang terbaik. Di sana itu adalah bagaimana kami bersinergi dengan seluruh stakeholder yang ada agar bisa menggerakkan pergerakan ekonomi, pergerakan keuangan,” ujar Eri dalam keterangan tertulisnya, Rabu (28/10/2026).
Ia menjelaskan bahwa perluasan akses keuangan berjalan beriringan dengan pemberdayaan potensi masyarakat, mulai dari generasi Z hingga pendampingan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). “Dan itu adalah pergerakan yang saya dedikasikan untuk warga Kota Surabaya,” tambahnya.
Wali Kota Eri juga menyampaikan apresiasi kepada OJK dan seluruh pemangku kepentingan. “Matur nuwun (terima kasih) untuk OJK, dan seluruh pihak di bidang keuangan yang terus berkolaborasi bersinergi dengan Pemerintah Kota Surabaya,” harapnya.
Ketua Dewan Pengurus APEKSI ini menekankan pentingnya kerja sama nyata guna menciptakan kesejahteraan warga. “Semoga TPAKD ini bisa terus menghidupkan perekonomian di Kota Surabaya dan menciptakan kesejahteraan di Kota Surabaya,” katanya.
Ia menegaskan komitmen tersebut harus diwujudkan dalam tindakan konkret. “Jadi tidak hanya dalam lisan, tetapi dalam sebuah kenyataan. Dan itu bisa diwujudkan jikalau kita bersinergi dan berkolaborasi dengan banyak pihak,” ucap Eri.
Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Kota Surabaya Vykka Anggradevi Kusuma memaparkan bahwa penghargaan ini diraih berkat implementasi tujuh program unggulan sepanjang 2025 yang mencakup perluasan literasi dan inklusi keuangan bagi warga.
Vykka merinci, pertumbuhan ekonomi Surabaya pada 2025 tercatat mencapai 5,87 persen, melampaui target 5,77 persen. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berada di angka 85,65, dan tingkat kemiskinan berhasil ditekan hingga 3,56 persen.
Ketujuh program unggulan tersebut meliputi Satu Data Surabaya untuk penguatan infrastruktur digital, program PASTI LAKU untuk edukasi akses keuangan, serta perlindungan jaminan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan bagi para pekerja, termasuk pengemudi ojek online. Program lainnya adalah penyaluran Kredit Melawan Rentenir PUSPITA, platform digital pemasaran UMKM PEKEN, Galeri Investasi Pasar Modal di Mal Pelayanan Publik Siola, serta digitalisasi pembayaran lewat KATEPAY dan SimPel. Pemkot juga memfasilitasi pembiayaan berbunga rendah seperti PUSPITA dan Sikumis untuk mendukung pengembangan UMKM.
Memasuki tahun 2026, Pemkot Surabaya berencana melanjutkan program yang ada serta memperkuat basis data melalui SOMASI PINJOL dan digitalisasi sektor pariwisata serta pasar tradisional.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyampaikan bahwa saat ini terdapat 552 TPAKD di seluruh wilayah Indonesia. Berdasarkan survei bersama BPS dan LPS, tingkat literasi keuangan Indonesia pada 2026 mencapai 69,57 persen dan tingkat inklusinya menembus 93,61 persen. “Tentu saja ini merupakan kerja sama yang sangat baik antara pemerintah, kemudian OJK, Bank Indonesia dan juga seluruh pemerintah daerah kabupaten/kota di Indonesia,” tandas Friderica.